Breaking News:

Virus Corona

Deklarasi Darurat Belum Berakhir, Sejumlah Klub Malam di Jepang Sudah Beroperasi

Pihak klub malam di Jepang siap untuk perang jangka panjang di Tokyo, karena diperkirakan penyebaran corona akan terjadi sampai gelombang ketiga.

Foto NHK
Nihon Mizu Shobai Kyokai, asosiasi klub malam Jepang saat jumpa pers, Jumat (22/5/2020). Kaori Koga, Ketua Asosiasi (Tengah) dan mantan wanita kabaret klub malam (hostes) terkenal Jepang, Emili Aizawa (kanan). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejumlah klub malam di Tokyo Jepang memutuskan untuk membuka tempat usahanya meskipun Tokyo dan 4 perfektur lain di Jepang masih dalam aturan situasi Deklarasi Darurat Nasional Covid-19 hingga 25 Mei mendatang.

"Banyak klub malam yang sudah membuka kembali tempat usahanya. Kita tidak sabar lagi karena sudah banyak pula toko yang bangkrut gara-gara deklarasi darurat ini," kata Ketua Nihon Mizu Shobai Kyokai, asosiasi klub malam Jepang, Kaori Koga dalam jumpa pers, Jumat (22/5/2020).

Asosiasi membuat pedoman penanggulangan Covid-19 untuk restoran hiburan klub malam.

"Tidak ada perubahan yang diatur pemerintah. Kita akan melakukan sesuai saran pemerintah, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak sosial," ungkap Kaori Koga (39).

Pihak klub malam di Jepang menurutnya juga siap untuk perang jangka panjang di Tokyo, karena diperkirakan penyebaran virus corona akan terjadi sampai gelombang ketiga.

Baca: Potensi Terjadinya Gelombang Kedua Penyebaran Covid-19 Sangat Besar Jika Warga Nekat Mudik

"Jangan lepaskan masker kecuali ketika minum yang akan dilakukan untuk semua staf dan pelanggan," tambahnya.

Selain itu, pastikan untuk meninggalkan kursi di toko dan memeriksa kondisi fisik dengan mengukur suhu tubuh saat memasuki toko.

ILUSTRASI suasana di Jepang saat pandemi Covid-19 --- Orang-orang berjalan di jalan sepi di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona COVID-19 di distrik perbelanjaan Ameya-Yokocho, yang terletak di sebelah Stasiun Ueno di Tokyo pada 11 April 2020. Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan pada 10 April bahwa pemerintah metropolitan akan meminta banyak bisnis, termasuk klub malam, tempat karaoke, dan tempat pinball pachinko untuk menunda operasi mulai 11 April karena keadaan darurat terkait epidemi coronavirus.
ILUSTRASI suasana di Jepang saat pandemi Covid-19 --- Orang-orang berjalan di jalan sepi di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona COVID-19 di distrik perbelanjaan Ameya-Yokocho, yang terletak di sebelah Stasiun Ueno di Tokyo pada 11 April 2020. Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan pada 10 April bahwa pemerintah metropolitan akan meminta banyak bisnis, termasuk klub malam, tempat karaoke, dan tempat pinball pachinko untuk menunda operasi mulai 11 April karena keadaan darurat terkait epidemi coronavirus. (Kazuhiro NOGI/AFP)

Ventilasi teratur, cuci tangan dan berkumur setiap 30 menit, dan desinfeksi saat memasuki atau meninggalkan toko juga dijelaskan.

Selain itu ketika (apabila ada) orang yang terinfeksi ke luar, mereka janji akan menanggapi serta kerja sama penyelidikan yang dilakukan pusat kesehatan masyarakat dalam menelusuri alur penularan infeksi.

Baca: Ricky Hatton Beri Peringatan pada Mike Tyson soal Comeback-nya ke Dunia Tinju

"Paling tidak, kami ingin kita beroperasi dengan hati-hati, bukan tanpa pertahanan," kata dia.

Manajeman bisnis di Ginza, Kabukicho dan bisnis klub malam lain ikut menghadiri acara tersebut.

Emili Aizawa, mantan wanita kabaret yang terkenal saat ini mengelola klub malam juga mengusulkan pedoman.

Ilustrasi suasana di Jepang - Orang-orang yang mengenakan masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19 di jalan distrik perbelanjaan Ameya-Yokocho, yang terletak di sebelah Stasiun Ueno, di Tokyo pada 11 April 2020. Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan pada 10 April bahwa pemerintah metropolitan akan meminta banyak bisnis, termasuk klub malam, ruang karaoke, dan ruang pinball pachinko untuk menangguhkan operasi mulai 11 April karena keadaan darurat terkait epidemi coronavirus.
Ilustrasi suasana di Jepang - Orang-orang yang mengenakan masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19 di jalan distrik perbelanjaan Ameya-Yokocho, yang terletak di sebelah Stasiun Ueno, di Tokyo pada 11 April 2020. Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan pada 10 April bahwa pemerintah metropolitan akan meminta banyak bisnis, termasuk klub malam, ruang karaoke, dan ruang pinball pachinko untuk menangguhkan operasi mulai 11 April karena keadaan darurat terkait epidemi coronavirus. (Kazuhiro NOGI / AFP)

Aizawa terkenal sebagai nyonya rumah berpenghasilan terbanyak di Jepang.

Demikian pula Ogawa, yang saat ini mengelola sebuah bar di Ginza.

"Saya pikir kita akan terbiasa dengan hal itu, dan saya harus memakai masker untuk menerima para tamu nantinya," kata Ogawa.

Baca: Natasha Wilona Tersipu Malu saat Dengar Verrel Akui Dia Jadi Mantan Paling Serius

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved