Menolak Bayar Ongkos Taksi, Pria dengan Covid-19 Ini Ludahi sang Sopir hingga Tertular & Meninggal
revor Belle (61) mengantarkan penumpang ke West Ham Lane di Stratford.Setibanya di lokasi,penumpang itu menolak untuk membayar dan meludahinya.
Penulis:
Bunga Pradipta Pertiwi
Editor:
Miftah
TRIBUNNEWS.COM- Kisah pilu dialami oleh seorang sopir taksi di London pada 22 Maret 2020 silam.
Kala itu, pria bernama Trevor Belle (61) mengantarkan penumpang ke West Ham Lane di Stratford.
Setibanya di lokasi, Belle memberitahu penumpang tersebut untuk membayar 9 poundsterling atau sekitar Rp 163 ribu.
Dikutip dari World of buzz, penumpang itu menolak untuk membayar.
Penumpang pria itu justru meludahi Belle.
"Aku mengidap virus corona, dan sekarang kamu juga mendapatkannya," ujar pria itu dengan aksen Irlandia.
Pria itu lantas berlari meninggalkan Belle.

Baca: Seekor Anjing Menunggu Pemiliknya 3 Bulan di Rumah Sakit, Tidak Tahu sang Pemilik Sudah Meninggal
Baca: Rayakan Idulfitri di Inggris, Penyerang Berbakat Indonesia Rindu Menyantap Opor Ayam
Sementara Belle terkejut dan hingga menabrak sebuah mobil polisi.
Belle kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya pada polisi.
Sayangnya, polisi tersebut tak mengejar pria dengan virus corona itu.
Belle lalu pulang ke rumahnya dan memberitahu sang istri tentang hal itu.
Empat hari kemudian Belle mulai merasakan gejala sepeti flu.
Pada 31 Maret 2020, ia kesulitan untuk bangun dari tempat tidurnya.
Bahkan untuk bernafas pun Belle harus bersusah payah.
Setelah dinyatakan positif virus corona, Belle harus dirawat di rumah sakit.
Selama 3 minggu ia berjuang melawan virus dari tubuhnya, namun takdir berkata lain.
Belle menghembuskan napas terakhirnya pada 18 April 2020.

Baca: Video Sinar Putih yang Diduga UFO Muncul di Inggris: Bergerak Sangat Cepat
Baca: Viral Sopir Taksi Diperas Bayar Uang Parkir Rp 100 Ribu, Empat Pelaku Ditangkap
Surat untuk Boris Johnson
Pasangan Belle, Kelly Esqulant (50) menceritakan kenangannya bersama Belle semasa hidup.
Esqulant bekerja sebagai seorang petugas penghubung transportasi pasien di rumah sakit Newham di London.
Dikutip dari The Guardian, selama 28 tahun tingga bersama, banyak pelajaran hidup yang ia dapat dari Belle.
"Dia bukanlah seorang kakek, tapi aku yakin dia akan menjadi kakek yang brilian."
“Dia adalah ayah yang sangat inspiratif dan selalu mengajar anak-anak benar dan salah,” katanya tentang Belle.
Semasa hidup, Belle adalah sosok pekerja keras.

Baca: Hanya 10 Menit, Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online Ditangkap, Begini Kronologinya
Baca: Sopir Taksi di Singapura Hampir Sebulan Tidur di Mobil karena Malaysia Lockdown
Ia bahkan sering bekerja selama 60 jam dalam seminggu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Dia sangat berpikiran kuat dan sangat jujur."
"Semua orang tahu jika kamu menginginkan kebenaran, pergilah padanya."
"Jika kamu tidak bisa menangani kebenaran, jangan pergi ke Trevor. Dia hanya mengatakan apa adanya,” cerita Esqulant.
Esqulan bahkan menuliskan surat yang ditujukan untuk Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.
Ia berharap agar kasus kematian Belle bisa diusut lebih lanjut.
Dalam suratnya Esqulan juga bercerita tentang insiden serupa.
Tentang seorang pekerja kereta api, Belly Mujinga yang, meninggal karena Covid-19 setelah diludahi oleh seorang pria yang mengatakan dia memiliki virus.

"Saya bahkan tidak tahu apakah dia (Johnson) akan menerimanya, tetapi saya telah mengirim email yang menjelaskan apa yang terjadi pada Belle," lanjut Esqulant.
Esqulant telah memberikan persetujuannya agar sampel darah Belle digunakan dalam proyek.
Proyek terset akan mencoba untuk mengurutkan genom hingga 20 ribu pasien dan korban Covid-19 dalam membantu memahami bagaimana susunan genetik seseorang dapat mempengaruhi kerentanan terhadap virus.
Hasil dari pasien yang dirawat di perawatan intensif akan dibandingkan dengan 15 ribu orang yang hanya memiliki gejala ringan atau sedang.
Sebagai informasi, Belle memiliki penyakit bawaan yaitu diabetes tipe 2.
(Tribunnews.com/ Bunga)