Breaking News:

Virus Corona

Hadapi Corona, Kehidupan Masyarakat di Daerah Kumuh Brasil Memprihatinkan: Geng Motor Jadi Penolong

Brasil menduduki negara yang paling parah kedua akibat virus corona di dunia, masyarakat yang tinggal di daerah kumuh amat memprihatinkan.

Sky News
Anggota kelompok 'Kartel' yang memberikan bantuan kepada mereka yang berada di favela Tiradentes. 

Berita palsu dan politik yang ia maksudkan adalah cemoohan yang terus menerus dari pemerintah nasional, khususnya dari sang presiden, soal bahaya Covid-19.

Akibatnya, orang-orang di favela (yang mengalami kematian dan menjadi pengangguran setiap hari, red) hidup dalam ketakutan.

Seluruh komunitas geng motor akhirnya menutup jalan untuk orang luar, kecuali dengan penduduk asli, mereka tetap diizinkan masuk.

Kondisi kehidupan benar-benar menyedihkan, tetapi hanya itu yang mereka miliki dan mereka bertekad untuk melindunginya.

Di favela Brasilandia, adakelompok masyarakat yang mengumpulkan uang untuk membagikan kotak makanan kepada orang-orang yang kehilangan pekerjaan.

Kelompok masyarakat yang berusaha mengumpulkan uang untuk kotak makanan.
Kelompok masyarakat yang berusaha mengumpulkan uang untuk kotak makanan. (Sky News)

Baca: Corona di Brasil: Rumah Sakit Sao Paulo Kewalahan hingga Kuburan Massal di Amazonas

Mereka juga membagikan makanan untuk mencoba menghentikan orang keluar mencari pekerjaan dan membahayakan diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

Pemimpin mereka Claudio Rodrigues Melo dan timnya mengontrol jarak sosial.

Ia memastikan para penerima tetap berada di sisi lain jalan yang sibuk sampai mereka dipanggil ke depan untuk kotak makanan mereka.

Claudio mengatakan ada tiga masalah besar bagi masyarakat dan mengapa mereka berada dalam bahaya besar.

"Tidak ada layanan kesehatan, orang miskin, dan mereka hidup begitu dekat sehingga menjaga jarak sosial tidak mungkin," katanya.

Setelah mereka mengerti rasa takut akan stigma corona, menurut Claudio, masyarakat miskin sekarang sadar bahwa mereka adalah yang paling mungkin meninggal akibat pandemi ini.

Akhirnya mereka yang tinggal di daerah kumuh berusaha saling mengajarkan cara bertahan agar tetap hidup.

Ia pun membenarkan, banyak yang hidup dalam ketakutan akibat wabah corona.

(Tribunnews.com/Maliana)

Penulis: Inza Maliana
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved