Breaking News:
Deutsche Welle

AS Pertimbangkan Kembali Perlakuan Khusus untuk Hong Kong, Sanksi untuk Cina

Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemerintahan Trump tidak lagi menganggap Hong Kong sebagai daerah otonom dari Cina. Langkah ini diyakini…

Di hadapan parlemen AS, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Rabu (27/05), menyatakan pemerintahan Presiden Donald Trump tidak lagi menganggap Hong Kong sebagai daerah otonom dari Cina.

Meski pernyataan tersebut tidak membawa konsekuensi secara langsung, hal ini diyakini sebagai langkah pertama yang diperlukan untuk mencabut status preferensi perdagangan dan keuangan eks-jajahan Inggris itu.

“Tidak ada satu pun yang dapat menyatakan hari ini bahwa Hong Kong masih mempertahankan otonomi tingkat tinggi dari Cina, mengingat fakta di lapangan,” kata Pompeo. “Hong Kong tidak akan lagi mendapat perlakukan khusus di bawah hukum Amerika Serikat seperti yang diterapkan oleh hukum AS pada Hong Kong sebelum Juli 1997,” tambahnya.

Hong Kong diserahkan dari Inggris ke wilayah Cina 23 tahun silam, lalu mempertahankan otonomi dari pemerintah Cina selama 50 tahun. Namun, RUU Keamanan yang didorong oleh pemerintah Cina untuk Hong Kong baru-baru ini justru memiliki potensi mengubah kebijakan Cina yang dijuluki “satu negara, dua sistem”.

Mengingat rincian spesifik dari RUU keamanan tersebut masih belum jelas, banyak yang mengkhawatirkan bahwa jika UU tersebut diberlakukan, dapat membuat Cina mendirikan pangkalan badan intelijennya di Hong Kong.

“Keputusan buruk Beijing tersebut hanyalah yang terbaru dari serangkaian tindakan yang secara fundamental merongrong otonomi dan kebebasan Hong Kong, juga janjinya sendiri kepada rakyat Hong Kong,” kata Pompeo.

Potensi guncangan keuangan

Parlemen AS sebelumnya telah mengeluarkan undang-undang pada tahun 2019 untuk mendukung massa pro-demokrasi di Hong Kong. Namun, undang-undang tersebut mengharuskan Hong Kong untuk tetap mempertahankan otonominya dan status terpisahnya dengan AS untuk tujuan perdagangan. Hal itu kini berada di ambang kehancuran.

“Amerika Serikat pernah berharap bahwa Hong Kong yang bebas dan makmur akan menjadi sebuah model untuk Cina yang otoriter, namun kini jelas bahwa Cina justru memodelkan Hong Kong terhadap dirinya sendiri,” kata Pompeo, sekaligus menambahkan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan untuk menangguhkan tarif preferensi ekspor Hong Kong ke AS.

Kepala Sekretaris Hong Kong, Matthew Cheung, tidak setuju dengan diplomat AS itu.

Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved