Breaking News:

Virus Corona

Malaysia dan Turki akan Berbagi Pengalaman Sekaligus Kembangkan Vaksin Covid-19

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan, Malaysia siap bekerja sama dengan Turki untuk mengembangkan vaksin Covid-19 dan obat-obatan terkait.

FAMER ROHENI / MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION / AFP
Muhyiddin Yassin, Perdana Menteri Malaysia ke-8 dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Minggu (1/3/2020). PM Malaysia ini mengumumkan lockdown negaranya selama 2 minggu. 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan, Malaysia siap bekerja sama dengan Turki untuk mengembangkan vaksin Covid-19 dan obat-obatan terkait.

Dia dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan juga setuju memanfaatkan kekuatan kedua negara dalam memerangi penyebaran virus corona.

Dikutip Tribunnews dari Malay Mail, Muhyiddin Yassin dan Erdogan siap menghadapi tantangan pasca-Covid-19.

“Kemarin, saya menerima telepon dari Yang Mulia Tuan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki," kata Muhyiddin Yassin.

"Saya telah menyatakan simpati dan solidaritas Malaysia atas tingginya jumlah kasus dan kematian karena Covid-19 yang tercatat di Turki," papar Muhyiddin Yassin.

“Saya juga berbagi pengalaman Malaysia dalam menangani wabah Covid-19, termasuk penerapan beberapa rangkaian tatanan kendali gerakan (MCO) sejak 18 Maret 2020," terangnya.

Baca: Terserang Demam Berdarah, Ganda Campuran Malaysia Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca: BREAKING NEWS: Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dan 4 Pendukungnya Dipecat dari Partai Bersatu

Muhyiddin Yassin, Perdana Menteri Malaysia ke-8 dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Minggu (1/3/2020). PM Malaysia ini mengumumkan lockdown negaranya selama 2 minggu.
Muhyiddin Yassin, Perdana Menteri Malaysia ke-8 dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Minggu (1/3/2020). PM Malaysia ini mengumumkan lockdown negaranya selama 2 minggu. (FAMER ROHENI / MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION / AFP)

Penerapan MC, tambah Muhyiddin Yassin, mengakibatkan penurunan jumlah infeksi dan kematian.

"Tingkat pemulihan sekarang melampaui 80 persen," katanya dalam sebuah postingan di halaman Facebook resminya.

Muhyiddin juga membahas upaya untuk memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang .

Termasuk perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan tinggi, teknologi medis, dan pertahanan.

Baca: Juru Bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan: Turki Harus Beradaptasi dengan New Normal

Baca: Penduduk di 81 Provinsi di Turki Dilarang Tinggalkan Rumah 3 hari selama Libur Lebaran

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved