Breaking News:

Tuding Membungkam Kelompok Konservatif, Trump Ancam Perusahaan Sosmed

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump murka kepada perusahaan teknologi yang mengelola sosial

twitter
Akun twitter Donald Trump 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump murka kepada perusahaan teknologi yang mengelola sosial media (sosmed).

Ia mengancam akan menandatangani perintah eksekutif untuk perusahaan media sosial, setelah mengancam akan menutup situs yang menurutnya membungkam suara-suara konservatif.

Para pejabat Gedung Putih, Rabu (28/5) waktu setempat atau Kamis WIB, tidak
memberikan rincian lebih lanjut.

Tidak jelas bagaimana Trump dapat menindaklanjuti ancaman penutupan perusahaan swasta termasuk Twitter Inc.

Perselisihan itu meletus setelah Twitter pada Selasa lalu untuk pertama kalinya melabeli cuitan Trump tentang klaim kecurangan yang tidak berdasar mengenai pemungutan suara melalui surat, dengan peringatan yang mendorong para pembaca untuk memeriksa unggahan-unggahan itu.

Baca: Soal Fase New Normal, Bukalapak Masih Menunggu Keputusan dari Pemerintah

Baca: Kemendikbud Pastikan Tahun Ajaran Baru Sesuai Jadwal

Baca: 5.993 Kendaraan Ditindak Karena Tidak Memiliki SIKM Saat Masuk DKI Jakarta

Baca: Pertamina Pastikan Pembangunan Kilang RDMP Cilacap Tetap Jalan

Secara terpisah, panel tiga hakim Pengadilan Banding AS di Washington pada Rabu
menguatkan penghentian gugatan oleh kelompok konservatif dan pesohor YouTube
sayap kanan terhadap Google, Facebook, Twitter, dan Apple yang menuduh mereka
berkonspirasi untuk menekan pandangan politik konservatif .

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel pada Rabu, Kepala Eksekutif
Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan menyensor sebuah platform tidak akan
menjadi keputusan tepat bagi pemerintah yang khawatir tentang sensor.

Fox menayangkan potongan wawancara dan mengatakan itu ditayangkan secara
penuh pada Kamis.

Facebook tidak mengambil tindakan apapun pada unggahan Trump tentang surat suara pada Selasa.

American Civil Liberties Union mengatakan Amandemen Pertama Konstitusi AS membatasi tindakan yang dapat dilakukan Trump.

Halaman
123
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved