Breaking News:

Penjualan Mobil Mini Baru Jatuh 52,7 Persen, Turun Terbesar Sejak 1968

Di antara mereka, jumlah kendaraan mini adalah 70.307 unit, penurunan 52,7%, penurunan terbesar sejak statistik dimulai pada tahun 1968.

Foto Richard Susilo
Mobil Ujicoba dan pengumpulan data tanpa sopir (Mobil Otomatis) Artificial Intelligence (AI) buatan Ascent Robotics, Inc. Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Penjualan kendaraan baru di bulan Mei 2020 turun tajam kali ini, dengan jumlah kendaraan mini berkurang separuh dibandingkan bulan yang sama tahun lalu karena penyebaran virus corona baru.

Menurut pengumuman dari Asosiasi Dealer Otomotif Jepang, jumlah mobil baru yang dijual di Jepang pada bulan Mei 2020 adalah 218.285 unit, yang merupakan penurunan 44,8% dari bulan yang sama tahun lalu.

Di antara mereka, jumlah kendaraan mini adalah 70.307 unit, penurunan 52,7%, penurunan terbesar sejak statistik dimulai pada tahun 1968.

Selain itu, ada 147.978 unit untuk mobil biasa, mobil kecil, truk, dengan penurunan 40,1%, penurunan ketiga terbesar di masa lalu.

Ini karena jumlah orang yang membeli mobil menurun karena faktor-faktor seperti menahan diri untuk tidak keluar, dan sebagian model kendaraan tidak dapat diproduksi karena keterlambatan pasokan suku cadang dari luar negeri.

Sejak Oktober tahun lalu ketika tarif pajak konsumsi dinaikkan, penjualan mobil baru terus menerus menurun selama delapan bulan berturut-turut.

"Kami prihatin sekali namun mudah-mudahan di masa depan meningkat kembali permintaan mobil seiring dengan normalnya kembali perekonomian nantinya," papar Nakata seorang dealer Mobil Mazda di Tokyo kepada Tribunnews.com Senin ini (1/6/2020).

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved