Breaking News:

Soal Isu Muslim Uighur, China Sebut Ramadan Jadi Momen Media Anti-China Goreng Isu Xinjiang

“Berita terkait, benar-benar bermaksud menyesatkan opini publik dan membelokkan fakta,” ujar Qui

Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami
Konsuler Politik, Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Qui Xinli dalam konferensi pers daring bersama media, Selasa (2/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar China di Indonesia memberikan tanggapan soal media barat tertentu yang 'menggoreng' isu puasa kelompok etnis Uighur yang beragama Islam di Xinjiang China.

Konsuler Politik, Kedutaan Besar China di Jakarta, Qui Xinli menyebut menggoreng isu Xinjiang di waktu tertentu seperti saat Ramadan selalu menjadi trik tipu yang sering digunakan oleh beberapa media barat anti-China.

Baca: Sidang Dakwaan Kasus Jiwasraya, Enam Terdakwa Hadir di Persidangan

“Berita terkait, benar-benar bermaksud menyesatkan opini publik dan membelokkan fakta,” ujar Qui dalam konferensi pers daring bersama media, Selasa (2/6/2020).

Konstitusi China menetapkan bahwa warga negara memiliki kebebasan beragama.

Qui berujar Pemerintah China menghormati dan melindungi kebebasan beragama dari semua kelompok etnis sesuai dengan hukum.

Agama Islam sendiri diklaimnya telah diwariskan dan dikembangkan secara sehat di Xinjiang.

“Xinjiang sekarang memiliki lebih dari 20 ribu masjid, sekitar 29 ribu personel ulama, 103 asosiasi Islam dari semua tingkatan, dan 10 perguruan tinggi yang mendidik personel ulama Islam,” lanjutnya

Perwakilan China itu menjamin hak berziarah Muslim 8 China terjamin secara penuh.

Bahkan, Pemerintah China setiap tahun mengatur penerbangan charter bagi umat Islam yang berziarah ke Mekkah atau pergi haji.

Qui mengatakan China juga memberikan bantuan perawatan medis dan penerjemahan, serta menyediakan layanan dan jaminan yang baik bagi rombongan umrah .

Pemerintah China disebutnya juga memastikan keamanan dan ketertiban kegiatan berziarah.

“Fakta-fakta ini membuktikan bahwa kebebasan beragama telah dilaksanakan di Xinjiang dengan sepenuhnya,” ungkap Qui.

Baca: Pengamat: Orang Melihat Risma Seperti Melihat Ahok, Diksi Kasar tapi Substansinya Kena

Ia menyayangkan pemberitaan media barat yang menggoreng isu Xinjiang dan kembali menegaskan hak kebebasan beragama di China telah dilindungi sesuai hukum.

“Hak Muslim atas kebebasan beragama telah dilindungi sesuai dengan hukum, kebutuhan agama normalnya telah dipenuhi secara efektif,” ujarnya.

Berita Populer
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved