Breaking News:

Rusuh di Amerika Serikat

Kelompok Perubahan Rezim AS Klaim Aksi George Floyd untuk 'Kepentingan Perjuangan Demokratis' Dunia

Protes itu memang diawali aksi damai namun kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan dan menghasilkan kerusuhan di puluhan kota di AS

Twitter/@WBFO
video menunjukkan seorang pria lansia kulit putih pendukung George Floyd yang didorong oleh polisi hingga terjatuh ke belakang. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Endowment Nasional untuk Demokrasi (NED) Amerika Serikat (AS) telah mendukung aksi protes terhadap kebrutalan polisi di negara itu yang berlangsung sejak pekan lalu.

Kelompok ini, sebagian besar dikenal karena menyebarkan uang pemerintah pada kampanye pro-AS di luar negeri yang diklaim untuk menegakkan perubahan rezim.

Dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (6/6/2020), dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada hari Jumat kemarin, NED muncul untuk mendukung aksi protes terkait penganiayaan berujung pembunuhan yang dilakukan polisi kulit putih di Minneapolis terhadap warga kulit hitam George Floyd.

Protes itu memang diawali aksi damai namun kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan dan menghasilkan kerusuhan di puluhan kota di AS.

Kelompok itu menyebut diri mereka sebagai 'yayasan swasta dan nirlaba yang didedikasikan untuk pertumbuhan dan penguatan lembaga-lembaga demokratis di seluruh dunia'.

Baca: Miss Malaysia Dihujat Gara-gara Komentar Orang Kulit Putih Menang di Amerika

Namun mereka dikenal pula sebagai kelompok yang digunakan sebagai kendaraan kebijakan luar negeri AS di luar negeri.

Terkait aksi protes atas kematian Floyd, mereka berharap bahwa gerakan untuk memperjuangkan keadilan ras di AS ini akan menginspirasi para 'pemberani' lainnya untuk menantang status quo di seluruh dunia.

"Gerakan semacam itu diperlukan tidak hanya demi negara kita sendiri, tetapi untuk kepentingan orang-orang pemberani di garis depan demi perjuangan demokrasi di seluruh dunia," tegas NED dalam pernyataannya.

NED bahkan menekankan bahwa misi mereka didasarkan pada nilai-nilai kebebasan dan kesetaraan yang sama antar manusia.

Dalam sindiran blak-blakan itu, kelompok tersebut, yang disponsori oleh Kongres AS dan didukung pula oleh partai Republik dan Demokrat, menyatakan harapannya bahwa peristiwa di AS bisa memicu munculnya gerakan serupa di tempat lain.

Seorang demonstran melemparkan bendera Amerika Serikat ke arah tumpukan barikade yang dibakar saat aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di dekat Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Roberto Schmidt
Seorang demonstran melemparkan bendera Amerika Serikat ke arah tumpukan barikade yang dibakar saat aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di dekat Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Roberto Schmidt (AFP/Roberto Schmidt)
Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved