Breaking News:

Virus Corona

4 Negara Maksimum 250 Pebisnis Bisa Masuk Jepang Mulai Juni 2020, Indonesia Diperkirakan September

Sebanyak 250 orang per negara per hari maksimal semua terkait bisnis atau pun pekerja dan atau pemagang dari 4 negara tersebut bisa masuk Jepang

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pintu selamat datang ke Tokyo Jepang di Bandara Narita dengan gambar dua tokoh karakter Olimpiade 2020 Miraitowa (lelaki/kiri) dan Someity (kanan warna merah). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Mulai bulan Juni ini maksimum 250 pebisnis dari 4 negara yaitu Australia, Selandia Baru, Thai dan Vietnam, bisa masuk Jepang dengan membawa surat hasil tes PCR dari negara asalnya.

"Sebanyak 250 orang per negara per hari maksimal semua terkait bisnis atau pun pekerja dan atau pemagang dari 4 negara tersebut bisa masuk Jepang akhir bulan Juni ini," papar sumber Tribunnews.com Kamis ini (11/6/2020).

Pembukaan jalur bagi para pebisnis tersebut di Jepang terkait kuat dengan jumlah yang terinfeksi sudah cukup rendah di empat negara tersebut.

Meskipun demikian Australia dan Selandia masih ragu-ragu apakah bisa bersamaan juga membuka negara tersebut bagi kunjungan pebisnis Jepang ke negeri Kanguru tersebut dan negeri tetangganya.

"Kita belum tahu apakah warga Jepang secara bersamaan bisa masuk ke-2 negara tersebut karena masih tampak adanya keengganan dari kedua negara itu untuk menerima warga Jepang," lanjutnya.

Sementara untuk Indonesia paling cepat diperkirakan 1 September 2020 sekaligus juga dengan melihat perkembangan infeksi Corona di Indonesia.

"Kalau memang bulan Juli sudah rendah sekali tingkat infeksi corona, bukan tidak mungkin akhir Agustus 2020 juga sudah bisa masuk kembali ke Jepang," ungkapnya pula.

Pemerintah Jepang saat ini menerapkan pembukaan atas pembatasan imigrasi di empat negara, termasuk Vietnam, dan akan memungkinkan sekitar 250 orang per hari untuk memasuki bulan ini.

Sebagai aturan umum, pemerintah Jepang masih melarang orang asing dari skeitar 111 negara dan wilayah.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved