Breaking News:

Vietnam Masukkan Taiwan ke dalam Daftar 'Negara Aman' untuk Rute Penerbangan Internasional

Penerbangan internasional ini rencananya dilanjutkan dengan rute ke negara-negara yang belum terkonfirmasi kasus baru dalam 30 hari ini.

Wikimedia Commons
Airbus A350 Vietnam Airlines 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, HANOI - Saat laju pertumbuhan wabah virus corona (Covid-19) melambat di Vietnam, media yang dikelola pemerintah setempat mengumumkan pada Selasa lalu bahwa pemerintahnya berencana melanjutkan penerbangan internasional.

Penerbangan internasional ini rencananya dilanjutkan dengan rute ke negara-negara yang belum terkonfirmasi kasus baru dalam 30 hari ini.

Dikutip dari laman Taiwan News, Kamis (11/6/2020), Taiwan pun menjadi salah satu negara di antara daftar tujuan yang tengah dipertimbangkan Vietnam.

Seperti yang disampaikan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc dalam program yang disiarkan TV lokal pada Selasa lalu.

"Vietnam siap untuk melanjutkan penerbangan internasional ke negara-negara yang belum melaporkan kasus yang dikonfirmasi dalam waktu 30 hari. Namun mengingat kompleksitas epidemi, kehati-hatian yang ekstrem harus dilakukan dalam melanjutkan penerbangan," kata Nguyen.

Ia juga mengaku telah meminta Komite Pengarah Nasional tentang Pencegahan dan Kontrol Covid-19 Vietnam untuk menyusun daftar negara-negara 'aman' yang disebutkan dalam laporan itu, termasuk Taiwan, Jepang, Korea Selatan (Korsel), Kamboja, Laos, dan China.

Sejak dimulainya pandemi ini, Vietnam telah menangani wabah domestiknya secara sangat baik, dengan hanya melaporkan 332 kasus corona yang dikonfirmasi.

Negara itu belum melaporkan satu pun kematian dan belum ada kasus lokal yang dilaporkan terjadi selama 54 hari ini.

Untuk mencegah terjadinya penyebaran wabah, pemerintah Vietnam melarang semua warga asing memasuki negara itu pada 22 Maret lalu dan menangguhkan penerbangan internasional mulai 25 Maret.

Namun terkait rencana negara itu untuk memulai kembali penerbangan internasional, Nguyen tidak menyampaikan rincian apakah kedatangan warga asing ini akan tetap diwajibkan menjalani program karantina yang sama yang telah diberlakukan sejak Maret 2020.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved