Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Jepang Disebut Ingin Kabur dari Covid-19, Partai Oposisi Dianggap Sudah Keterlaluan

Ketua Partai Demokratik Konstitusional Yukio Edano menegaskan keputusan penutupan sidang sebagai upaya Pemerintah untuk kabur.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ketua Partai Demokratik Konstitusional, Yukio Edano (56). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejarah Jepang selalu mencatatkan rencana sidang parlemen yang selalu disepakati sejak awal oleh para anggota parlemen sebelum rapat.

Namun kali ini, Ketua Partai Demokratik Konstitusional Yukio Edano (56) menegaskan keputusan penutupan sidang sebagai upaya Pemerintah untuk kabur dari upaya penyelesaian Covid-19 dan meminta agar mengundurkan diri.

"Sombong sekali Edano dan sudah keterlaluan sekali dia kali ini. Sidang sejak awal sudah disepakati bersama dimulai dan diakhiri tanggal sekian dan tanggal sekian. Malah dikatakan kita mau kabur. Bagaimana sih orang itu?" kata sumber Tribunnews.com seorang politisi koalisi Jepang, Jumat (12/6/2020) malam.

Rapat anggaran parlemen kemarin siang telah ditutup dan disetujui mayoritas anggota parlemen, termasuk pembahasan anggaran antisipasi Covid-19.

Dengan demikian selesai sudah pembahasan soal anggaran, tinggal pemerintah melaksanakannya di masa mendatang.

"Kalau tidak bisa sesuai jadwal, berantakan semua acara sidang parlemen, hancur negara ini, apa Edano mau bertanggungjawab hanya karena egonya sendiri itu? Kali ini dia sangat keterlaluan komentarnya," kata dia.

Baca: Update Corona di Dunia Sabtu 13 Juni 2020: Total 7,7 Kasus, India Tembus 309.603 Kasus

Baca: Daftar Lengkap Sekolah Kedinasan yang Buka Pendaftaran Tahun 2020, Termasuk IPDN dan STIN

Sidang tanggal 17 Juni minggu depan, untuk membahas hal lain.

Namun Edano berpikir untuk menuntut perpanjangan pembahasan anggaran antisipasi Covid-19 yang telah ditutup Jumat kemarin.

"Bahkan jika anggaran tambahan kedua disetujui, Diet (parlemen) harus menjelaskan penggunaan dana cadangan dan melanjutkan dengan langkah-langkah melawan penyakit menular. Itu wajar. Oleh karena itu gagasan memperpanjang pembahasan adalah wajar," kata Edano.

Selain itu, katanya, penutupan diet sesuai jadwal tidak lebih dari membuang penanggulangan penyakit menular dan melarikan diri atau kabur.

"Jika pemerintah melarikan diri dari penanggulangan penyakit menular, saya ingin Anda menyerahkan administrasi itu sendiri," tegasnya meminta pemerintahan Abe mengundurkan diri.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved