Breaking News:

Israel Akui Pesatnya Kemajuan Militer Iran, Sebut Jadi yang Paling Berbahaya di Timur Tengah

"Iran membuat kemajuan yang signifikan dengan program nuklirnya, tetapi nuklir tidak lagi menjadi satu-satunya ancaman," katanya

https://urgente24.com/
Inilah rudal yang ditembakkan oleh pasukan militer Iran ke Pangkalan AS di Irak. 

TRIBUNNEWS.COM, TEL AVIV - Iran disebut sebagai negara yang paling berbahaya di kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut diutarakan langsung Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letjen Aviv Kochavi.

Baca: Viral! Video Pasukan TNI Hadang Tank Israel yang Hendak Serang Lebanon

"Iran telah menjadi negara paling berbahaya di Timur Tengah," katanya pada upacara peresmian Direktorat Strategi dan Lingkaran Ketiga, yang akan berfokus terutama pada perang Israel melawan Iran," katanya.

"Iran membuat kemajuan yang signifikan dengan program nuklirnya, tetapi nuklir tidak lagi menjadi satu-satunya ancaman. Iran juga memiliki senjata konvensional," ujar Kochavi, Minggu (21/6), seperti dikutip The Jerusalem Post. 

"Meski (iran) terletak di lingkaran ketiga, tetapi sangat efektif dalam memengaruhi lingkaran pertama dan kedua," sebut dia  merujuk ke pembiayaan kelompok-kelompok teror, seperti Hizbullah di Libanon dan Suriah, serta Hamas dan Jihad Islam di Jalur Gaza.

Israel telah berulang kali memperingatkan tentang ambisi nuklir Iran dan mengakui ratusan serangan udara sebagai bagian dari kampanye "perang di antara perang".

Kampanye tersebut untuk mencegah transfer senjata canggih ke Hizbullah di Libanon dan pengukuhan pasukannya di Suriah, di mana Iran bisa dengan mudah bertindak melawan Israel.

Dengan front yang lebih aktif dan eksplosif di perbatasan Israel juga persenjataan mengubah kelompok-kelompok seperti Hizbullah dalam pasukan teror, jadi momentum IDF adalah untuk memenangkan perang di masa depan secepat mungkin.

Iran uji rudal sejauh 280 kilometer

Sebelumnya, Iran menembakkan rudal jelajah dalam latihan Angkatan Laut di Teluk Oman dan Samudra India Utara. Kantor berita IRNA mengatakan, rudal menghancurkan target pada jarak 280 kilometer. 

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved