Breaking News:

Di Tengah Pandemi, Rusia Tetap Tingkatkan Produksi Emas

Produksi emas di Rusia terus mengalami pertumbuhan, jumlahnya meningkat 4,6 persen dalam tiga bulan pertama di 2020 menjadi lebih dari 48 ton

FORBES
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Produksi emas di Rusia terus mengalami pertumbuhan, jumlahnya meningkat 4,6 persen dalam tiga bulan pertama di 2020 menjadi lebih dari 48 ton.

Seperti yang disampaikan Ketua Serikat Pekerja Penghasil Emas Rusia, Sergey Kashuba.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (23/6/2020), menurut data yang dirilis, pada Januari hingga Maret 2020, perusahaan pertambangan emas Rusia telah menghasilkan sebanyak 64.606 kg sebagai hasil dari produksinya.

Angka itu 5,11 persen lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Pandemi virus corona (Covid-19) tidak berdampak pada kinerja produksi perusahaan tambang emas Rusia selama tiga bulan pertama tahun 2020. Sebaliknya, hasil kuartal pertama mempertahankan tren tahun 2019, saat Rusia mencapai rekor tertinggi dalam output emas," kata Kashuba.

Ia lalu menjelaskan bahwa beberapa masalah kemudian terjadi pada April hingga Mei lalu, karena adanya penjadwalan ulang produksi akibat pandemi.

"Dalam hal ini, kami akan dengan cermat menganalisis hasil produksi emas pada kuartal kedua. Meskipun diawali dengan sukses di tahun ini, kami berharap adanya sedikit peningkatan produksi emas di negara ini pada 2020 di kisaran 0,5 -1,0 persen dibandingkan dengan tahun rekor sebelumnya," jelas Kashuba.

Serikat Pekerja juga menyampaikan bahwa produksi perak di Rusia pada kuartal I 2020 mengalami penurunan sebesar 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 338,92 ton.

Perlu diketahui, Rusia terus menimbun emas dalam cadangan nasionalnya yang mencapai 566 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per 1 Mei 2020.

Kepemilikan untuk emas batangan saja bernilai lebih dari 126 miliar dolar AS, menurut bank sentral negara itu.

Sedangkan tingkat kepemilikan emas dan mata uang asing saat ini hampir 20 persen lebih tinggi dari target 500 miliar dolar AS yang ditetapkan oleh bank sentral Rusia beberapa tahun lalu.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved