Breaking News:

4 Profesor Universitas Kyoto Jepang Selewengkan Dana Penelitian 506,7 Juta Yen

Kami sangat meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh orang-orang yang terlibat kasus penyelewengan dana penelitian tersebut

Richard Susilo
Prof. Tetsuro Matsuzawa (kiri) dan Prof. Masaki Tomonaga (kanan) dua di antara 4 profesor yang menyelewengkan uang penelitian Universitas Kyoto. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Empat profesor Universitas Kyoto khususnya dari Lembaga Penelitian Primate Research Institute, telah menyelewengkan dana penelitian dengan pengeluaran fiktif, sebesar 506,7 juta yen selama 4 tahun sampai dengan tahun 2014.

"Kami sangat meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh orang-orang yang terlibat kasus penyelewengan dana penelitian tersebut," papar Yoshio Shiomi, Wakil Presiden Universitas Kyoto, kepada pers Jumat ini (26/6/2020).

Dia menjelaskan bahwa ketidakadilan tampaknya telah dilakukan untuk mengkompensasi defisit yang terjadi dalam perdagangan melalui transaksi, dan melakukan keuntungan pribadi, ungkapnya lagi dengan menjelaskan hasil penyelidikannya.

Menanggapi penyelidikan internal yang dilakukan, para profesor mengatakan bahwa "Kami memang mengelola seorang pedagang yang mengeluh tentang keadaan yang menyedihkan."

Pihak universitas menggantungkan diri pada perusahaan tertentu, kurangnya kesadaran hukum dan pengabaian sistem akuntansi berakibat penyelewengan pembukuan yang ada.

"Selain itu, kami akan bekerja untuk mencegah terulangnya kembali hal serupa di masa depan dengan memperkuat sistem untuk memeriksa prosedur kontrak, dan akan mendisiplinkan dengan keras empat orang tersebut di masa depan."

Masalah yang sedang diselidiki di Institut Penelitian Primata Universitas Kyoto mengenai kemungkinan bahwa dana penelitian mungkin telah dihabiskan secara ilegal atas pembangunan fasilitas di dalam universitas tersebut.

Pihak universitas mengumumkan bahwa ada pengeluaran dana penelitian ilegal berjumlah lebih 506,7 juta yen dan mengklarifikasi kebijakan tindakan disiplin di masa depan.

Empat mantan profesor Institut Penelitian Primata Universitas Kyoto termasuk Tetsuro Matsuzawa dan Masami Tomonaga yang bergabung dengan proyek simpanse di institut penelitian dan fasilitas terkait selama empat tahun hingga 2014.

Dalam pembangunan tempat penelitian tersebut tercatat 34 kasus penyelewengan termasuk pengeluaran berlebihan dan transaksi fiktif, dan mengumumkan bahwa total pengeluaran biaya penelitian curang sekitar 506,7 juta yen.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved