Breaking News:

Kantor Kejaksaan Negeri Distrik Tokyo Jepang Hentikan Tuntutan kepada Mantan Menteri METI

Kazuhide Sugawara, dilaporkan telah memberikan hadiah seperti melon, bunga dan sebagainya kepada pejabat daerah pemilihannya.

Foto Sankei
Kazuhide Sugawara mantan Menteri ekonomi perdagangan dan industri (METI) Jepang yang mengundurkan diri tahun lalu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan menteri METI (Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri) Jepang, Kazuhide Sugawara yang mengundurkan diri tahun lalu, memiliki kasus unik yakni memberikan gratifikasi ke banyak pejabat dalam bentuk melon, buah-buahan, bunga dan sebagainya.

Namun Kamis (25/6/2020) kemarin penyelidikan terhadap kasusnya dihentikan karena dianggap tidak perlu.

"Mantan menteri yang satu ini sangat unik. Memberikan gratifikasi ke banyak pejabat dalam bentuk melon, buah-buahan, bunga dan sebagainya. Buku catatan dan sekretarisnya telah diserahkan ke pihak kejaksaan. Kami anggap sudah cukup dan tak perlu mengajukan tuntutan lebih lanjut ke pengadilan," papar sumber Tribunnews.com, Jumat (26/6/2020).

Baca: Mantan Dubes Jepang di AS Menilai Pembatalan Sistem Aegis Ashore Terlalu Terburu-buru

Baca: AS Berencana Tempatkan Rudal Jarak Menengah di Jepang, China: Kami Tak Akan Tinggal Diam

Mantan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri, Kazuhide Sugawara, dilaporkan telah memberikan hadiah seperti melon, bunga dan sebagainya kepada pejabat daerah pemilihannya bulan Oktober tahun lalu, dan sekretarisnya menyerahkan buku catatan lengkapnya ke pihak kejaksaan.

Undang-undang Pemilihan Kantor Publik melarang memberikan itikad baik kepada seseorang, terutama uang, di daerah pemilihan kecuali jika politisi itu sendiri menghadiri pemakaman seseorang. Pemberian uang duka diperbolehkan.

Hasil penyelidikan dengan seksama dan juga mendengarkan kesaksian dari orang yang bersangkutan dan orang-orang terkait, kejaksaan menghentikan tuntutan kepadanya.

Dari penyelidikan khusus telah ditemukan Sugawara menyumbangkan total bunga (buket) senilai 175.000 yen kepada 18 orang di daerah pemilihan selama dua tahun terakhir kepada sedikitnya sembilan orang di daerah pemilihan tanpa mempertanyakan dirinya sendiri.

Baca: Kapal Perang Jepang dan AS Unjuk Kebolehan dengan Latihan Bersama di Laut China Selatan

Baca: Berutang 5 Miliar Yen, Kantor Pengacara Jepang Ajukan Surat Pailit

Selain itu, terbukti pula Sugawara telah menyumbangkan dupa 125.000 yen, kepada banyak pihak.

Mengenai alasannya, departemen penyelidikan khusus mengatakan, "Sebagian besar kasus Sugawara bertanya pada dirinya sendiri, kasus ini dianggap sebagai pengecualian, dan sulit untuk mengatakan bahwa sikapnya mengabaikan undang-undang pemilihan kantor publik sangat luar biasa."

Sugawara juga mengakui fakta di saat konferensi pers dan meminta maaf hingga mengundurkan diri.

Mantan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Sugawara mengatakan, "Kami menanggapi tuduhan itu dengan serius dan dengan tulus menyesal bahwa kami melakukannya dengan sembarangan, dan kami sangat meminta maaf karena menyebabkan ketidaknyamanan bagi banyak orang. Kami akan melakukan yang terbaik di masa depan."

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved