Breaking News:

Dua Roket Meluncur dari Gaza ke Israel di Tengah Ketegangan Pencaplokan Tepi Barat Palestina

Dua roket dikabarkan telah ditembakkan dari Jalur Gaza menuju Israel, di tengah ketengangan rencana pencaplokan wilayah Palestina.

AFP/HAZEM BADER
Anak-anak sekolah Palestina memindahkan perabotan kelas mereka setelah pasukan Israel membongkar karavan yang digunakan untuk fasilitas sekolah Palestina baru di Susia, Hebron, di daerah pendudukan Tepi Barat, Rabu (19/02/2020). Pihak berwenang Israel mengatakan sekolah campuran Proyek itu di daerah C dan karena itu memerlukan izin Israel untuk membangun pembangunan baru, menurut kepala otoritas pendidikan lokal di Yatta di Tepi Barat Selatan. (HAZEM BADER/AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Dua roket dikabarkan telah ditembakkan dari Jalur Gaza menuju Israel.

Kabar ini dikatakan pihak militer Israel di tengah ketengangan rencana pencaplokan wilayah Palestina.

Pada awal Juli, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap mengumumkan langkah pertama rencana aneksasi Tepi Barat.

Israel ingin mengumumkan kedaulatan di beberapa daerah Tepi Barat Palestina yang saat ini telah diduduki.

Petugas medis mengatakan, sirine terdengar di Distrik Israel Sderot pada Jumat (26/6/2020) malam waktu setempat, dikutip dari Al Jazeera

Baca: Misi Pengawasan Laut China Selatan, AS Kirimkan Pesawat Militer untuk Lacak Kapal Selam China

Baca: Hamas: Rencana Pencaplokan Wilayah oleh Israel adalah Deklarasi Perang

Anggota Kepolisian Hamas Palestina menunjukkan keterampilan mereka pada upacara kelulusan dari Akademi Kepolisian di Kota Gaza. Palestina. Kamis (7/5/2020). (AFP/MAHMUD HAMS)
Anggota Kepolisian Hamas Palestina menunjukkan keterampilan mereka pada upacara kelulusan dari Akademi Kepolisian di Kota Gaza. Palestina. Kamis (7/5/2020). (AFP/MAHMUD HAMS) (AFP/MAHMUD HAMS)

Itu adalah pertanda tembakan roket pertama yang diduga berasal dari Jalur Gaza, wilayah kekuasaan Hamas sejak awal Mei silam.

Tidak ada laporan korban cedera maupun kerusakan di wilayah tujuan roket tersebut.

Serangan ini terjadi sehari setelah Hamas mengatakan bahwa rencana aneksasi Israel merupakan deklarasi perang.

Pada 1 Juli mendatang, pemerintahan Netanyahu mulai mencaplok sejumlah daerah di Tepi Barat dan Lembah Jordan.

Wilayah ini dinilai strategis dan sejalan dengan rencana Presiden AS, Donald Trump atas Timur Tengah.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved