Breaking News:

Aori Unten Mulai Berlaku di Jepang, Pelanggar Terancam 5 Tahun Penjara atau Denda 1 Juta Yen

Pelaku Aori Unten jika dilaporkan ke polisi, dapat hukuman maksimum 5 tahun penjara dan atau denda sebesar 1 juta yen.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Poster antisipasi Aori Unten dari kepolisian Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang akan memberikan sanksi pidana 3 hingga 5 tahun dan atau denda sebesar 500.000 yen sampai 1 juta yen kepada para pelanggar Aori Unten mulai hari ini, Selasa (30/6/2020).

Aori Unten adalah perilaku pelanggaran kendaraan bermotor, misalnya dengan cara mengendarai kendaraan seperti zig-zag atau mendadak berhenti di tengah jalan, apalagi jika dilakukan di jalan tol.

Pelaku Aori Unten jika dilaporkan ke polisi, dapat hukuman maksimum 5 tahun penjara dan atau denda sebesar 1 juta yen.

"Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyon kemarin melakukan kampanye antisipasi revisi UU lalu lintas yang baru mengenai Aori Unten di area parkir Ishikawa (PA, Kota Hachioji, Tokyo)," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (30/6/2020).

Baca: Pemerintah Jepang Anggarkan 70 Miliar Yen Lewat NEDO untuk Pengembangan Sistem 5G

Baca: Jumlah Pengguna Tempat Parkir di Tokyo Jepang Meningkat 4 Kali Lipat

Mulai Selasa (30/6/2020) hari ini revisi itu mulai diberlakukan khususnya terhadap pengemudi tilt (gangguan berkendara) dengan melakukan aori unten.

Polisi membagikan selebaran yang menjelaskan 10 pelanggaran dan hukuman kepada pengguna untuk membuat mereka mengetahui kejahatan tersebut.

Poster yang dibuat polisi menyerukan "mengemudi lambat, tidak bersandar, selalu jaga pikiran Anda."

Undang-undang yang direvisi bertujuan untuk pengendara yang mendapat halangan dari kendaraan lain di depannya, misalnya karena berjalan zig-zag, berhenti mendadak, dan sebagainya.

"Aori unten sangat membahayakan orang lain terutama apabila dilakukan di jalan bebas hambatan yang umumnya berkecepatan tinggi," tambahnya.

Untuk penindakan tersebut helikopter juga dikerahkan untuk pengawasan dari udara di bebarapa tempat jalan raya dan tol.

Poster antisipasi Aori Unten dari kepolisian Jepang.
Poster antisipasi Aori Unten dari kepolisian Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)
Halaman
12
Berita Populer
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved