Breaking News:

Virus Corona

Tak Hanya di Indonesia, Warga Australia Juga Menolak Tes Covid-19 Karena Dianggap Konspirasi

Mereka mendorong warga menjalani tes yang sedang dilakukan besar-besaran oleh pemerintah.

ABC News: Patrick Rocca
Pengetesan massal virus corona telah dimulai di hotspot virus corona di Melbourne, 27 Juni 2020. (ABC News: Patrick Rocca) 

TRIBUNNEWS.COM, AUSTRALIA -  Warga yang kompak menolak rapis test virus corona atau covid-19 tak hanya terjadi di Indonesia.

Hal serupa juga terjadi di Australia.

Ada warga di sana menganggap tes untuk mengetahui seseorang positif corona hanya bagian dari  konspirasi.

Menteri Kesehatan Victoria, Jenny Mikakos mengatakan lebih dari 10.000 orang Melbourne yang tinggal di wilayah hostspot menolak dites.

Sebagian di antaranya karena percaya virus corona adalah sebuah konspirasi.

Seiring dengan peningkatan jumlah kasus di beberapa wilayah di Melbourne, ratusan petugas telah dikerahkan untuk mengetuk pintu rumah warga di kawasan penyebaran baru virus corona.

Baca: Jokowi Tanggapi Sikap Warga yang Menolak Rapid Test Covid-19

Mereka mendorong warga menjalani tes yang sedang dilakukan besar-besaran oleh pemerintah.

Jenny mengatakan sebanyak 164.000 orang telah dites di seluruh Victoria, melebihi target pemerintah, dan para petugas sudah mendatangi 95.000 rumah.

Namun, menurutnya ada 10.000 orang lebih yang menolak untuk dites dengan alasan yang bermacam-macam, termasuk alasan bahwa mereka sudah menjalani tes 'swab'.

"Ini mengkhawatirkan menurut laporan yang saya terima, beberapa orang percaya kalau virus corona adalah sebuah konspirasi atau merasa corona tidak berdampak untuk mereka," katanya.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved