Breaking News:
Deutsche Welle

Pariwisata Menurun, Harta Karun Kuil Myanmar Jadi Target Penjarah

Aparat kepolisian berpatroli di situs suci Bagan, Myanmar pada malam hari guna menangkap para penjarah yang mengambil benda peninggalan…

Setiap malam, sekitar 100 petugas kepolisian melakukan patroli di kawasan kota kuno Bagan seluas 50 km persegi, menyapu dengan cahaya obor di atas monumen yang runtuh untuk mencari penyusup.

"Pasukan keamanan kami berpatroli siang dan malam," kata Letnan Kolonel Sein Win.

Kota Myanmar memilikii lebih dari 3.500 monumen kuno seperti stupa, kuil, mural, dan patung yang masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) tahun lalu.

Namun pandemi Covid-19 menghalangi para wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata situs baru yang ditemukan di Bagan.

Kelangkaan pengunjung ini membuat kuil dan hotel sepi, menghancurkan sumber mata pencaharian penduduk setempat, dan membuka pintu bagi pencuri.

Penjarahan artefak kuno marak

Dalam serangkaian pembobolan di situs suci pada awal Juni, sejumlah perampok menjarah 12 kuil yang berbeda, menyapu berbagai benda bersejarah, termasuk stupa tembaga, koin kuno, dan perhiasan batu giok.

Pasukan kepolisian daerah pun telah dikerahkan untuk mendukung patroli kepolisian, pemadam kebakaran dan satuan pengaman pariwisata setempat. Tim-tim mulai menyisir lokasi dengan jip, sepeda motor, dan berjalan kaki.

"Tidak mudah untuk berpatroli karena area ini sangat besar," kata seorang petugas polisi.

Mereka juga perlu waspada terhadap banyaknya ular berbisa di daerah itu.

Untuk saat ini, keamanan ekstra ketat tampaknya telah menggagalkan pembobolan di kuil paling bergengsi. Beberapa peninggalan berasal dari abad ke 11 hingga 13, era ketika Bagan adalah ibu kota kerajaan regional.

Halaman
12
Berita Populer
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved