Breaking News:

Potongan Kayu Bekas Kerangka Rumah Berusia 300 Tahun Ditemukan Terkubur di Gunung Fuji Jepang

Kayu itu hangus, dan sangat mungkin kayu itu terbakar karena batu apung suhu tinggi yang terbang jauh dari letusan.

Foto Dewan Pendidikan Oyama Jepang
Kayu konstruksi rumah yang ditemukan Selasa (7/7/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebuah potongan kayu bekas kerangka rumah berusia 300 tahun lalu ditemukan di kaki Gunung Fuji tertutup vulkanik letusan Gunung Fuji di masa lampau.

"Kayu tampak terbakar menjadi pilar rumah yang ditemukan di tanah yang tertimbun vulkanik Gunung Fuji yang meletus sekitar 300 tahun lalu," ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (8/7/2020).

Potongan kayu itu ditemukan dari bawah tanah di distrik Subashiri di Kota Oyama, Prefektur Shizuoka, di mana seluruh desa terkubur saat itu dalam abu vulkanik akibat letusan Gunung Fuji yang disebut Hoei (16 Des 1707 – 31 Des 1707) sekitar 300 tahun yang lalu.

Kayu itu hangus, dan sangat mungkin kayu itu terbakar karena batu apung suhu tinggi yang terbang jauh dari letusan.

Baca: Banjir dan Hujan Lebat di Jepang, Sejumlah Bank di Kumamoto, Oita dan Fukuoka Tutup

Baca: Cegah Penyebaran Corona, Pendakian Gunung Fuji di Musim Panas Tahun Ini Ditutup

Ada contoh bagian dari sebuah rumah yang terkubur oleh letusan Hoei yang ditemukan di Gotemba, tetapi ini adalah pertama kalinya ditemukan di Oyama.

Menurut Dewan Pendidikan Kota Oyama, sebuah tim peneliti yang terdiri dari para peneliti dari kota tersebut, Universitas Tokyo, dan Institut Teknologi Tokyo memperkirakan bahwa ada sebuah rumah di tanah tempat jalan kota akan dibangun dengan survei radar.

Survei pengeboran percobaan dilakukan pada bulan Juni 2019.

Ketika lubang sekitar 12 meter dan lebar sekitar 3 meter digali sekitar 20 cm, lapisan abu vulkanik ditemukan.

Setelah menggali lebih lanjut, ditemukan dua kayu (dengan diameter sekitar 10 cm) yang tampaknya merupakan pilar sebuah rumah yang terkubur secara vertikal pada kedalaman sekitar 2 meter.

Dikatakan bahwa beberapa datang untuk dilihat sebagai bagian dari pagar atau atap jerami.

Menurut bahan dokumentasi sejarah lama, 37 rumah hancur di desa di distrik Subashiri, sekitar 10 km sebelah timur kawah Hoei, dan 38 bangunan lainnya dihancurkan oleh letusan Hoei tahun 1707 (Hoei 4) di pertengahan periode Edo.

Kayu konstruksi rumah yang ditemukan Selasa (7/7/2020).
Kayu konstruksi rumah yang ditemukan Selasa (7/7/2020). (Foto Dewan Pendidikan Oyama Jepang)

Abu vulkanik menumpuk sekitar 3 meter dan sulit untuk menghilangkannya, dan dikatakan bahwa sebuah kota baru terbentuk di atas abu vulkanik.

"Bukti bahwa seluruh desa dipenuhi oleh letusan telah dikonfirmasi," ujarnya.

Dipastikan bahwa ada kebakaran pada jarak 10 km. Ini dapat digunakan untuk langkah-langkah pencegahan bencana di masa depan.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved