Breaking News:

Virus Corona

Dokter Jepang Bantah Peningkatan Jumlah Terinfeksi Covid-19 di Tokyo karena Banyaknya Tes PCR

Kitamura melihat kemungkinan besar menuju gelombang kedua pandemi Corona di Tokyo khususnya dan ini harus segera diambil tindakan segera.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Dr. Yoshihiro Kitamura, Profesor Kehormatan Universitas Kedokteran Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Profesor Universitas Kedokteran Jepang, Dr Yoshihiro Kitamura membantah peningkatan jumlah warga yang terinfeksi virus Corona disebabkan karena jumlah tes PCR yang juga meningkat.

Bantahan Dr Yoshihiro Kitamura ini terkait dengan pernyataan yang diungkapkan Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, Jumat lalu.

Yuriko saat itu mengatakan bahwa meningkatnya jumlah orang terinfeksi Covid-19 di Tokyo karena meningkatnya tes PCR.

"Tidak benar itu peningkatan jumlah orang terinfeksi Corona karena peningkatan jumlah orang yang diambil tes PCR sehingga jumlah terinfeksi meningkat drastis," tegas Yoshihiro Kitamura.

Yuriko Koike saat jumpa pers sore ini
Yuriko Koike saat jumpa pers sore ini (TV Asahi)

Spesialis penyakit infeksi menular tersebut memberikan data antara tanggal 8 Juli 2020 dan 8 Juni 2020.

Tanggal 8 Juni jumlah yang diperiksa tes PCR sebanyak 1.845 dan terinfeksi 12 orang positif.

Sedangkan minggu lalu tes PCR tanggal 8 Juli 2020 kepada sebanyak 3.302 orang terinfeksi 224 orang.

Kedua tes dilakukan untuk Pemda Tokyo saja.

"Dari hasil data tersebut kita bisa lihat, jumlah yang dites dua kali lipat antara Juni dan Juli. Namun hasil tes khususnya yang terinfeksi berapa kali lipat itu ya dari 12 orang menjadi 224 orang terinfeksi. Jadi tidak benar karena jumlah hasil tes PCR lebih banyak kali ini," kata dia.

Baca: Tertinggi Kenaikan Terinfeksi Tokyo Jepang, Koike Pasok 313,2 Miliar Yen Antisipasi Covid-19

Baca: Terpilih Lagi Jadi Gubernur Tokyo, Yuriko Koike Bakal Jadi PM Wanita Pertama di Jepang?

Sebagai kesimpulannya, Kitamura melihat kemungkinan besar menuju gelombang kedua pandemi Corona di Tokyo khususnya dan ini harus segera diambil tindakan segera.

"Saya belum bisa katakan sudah masuk gelombang kedua pandemi Corona, namun dari data tersebut jelas dan pasti menuju gelombang kedua pandemi Corona khususnya di Tokyo. Harus diambgil tindakan segera dan drastis oleh pemda Tokyo," lanjutnya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved