Breaking News:

Malaysia dan Singapura Sepakat Kembali Buka Perbatasan Mulai 10 Agustus 2020

Malaysia dan Singapura sepakat untuk menerapkan Green Reciprocal Lane dan Periodic Commuting Arrangement mulai 10 Agustus 2020.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi pengukuran suhu badan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Malaysia dan Singapura sepakat untuk menerapkan Green Reciprocal Lane (RGL/Jalur Hijau Timbal Balik) dan Periodic Commuting Arrangement (PCA/Pengaturan Pulang Pergi Periodik) mulai 10 Agustus 2020.

Dengan penerapan RGL dan PCA memungkinkan warga dari kedua negara tersebut untuk menyeberangi perbatasan untuk keperluan pekerjaan atau perjalanan resmi.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Hishammuddin Hussein dan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan dua skema tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai kelompok wisatawan lintas-perbatasan di kedua negara.

Baca: Politik Malaysia Memanas, Perdana Menteri Muhyiddin Gulingkan Ketua DPR

"Skema RGL akan memungkinkan perjalanan lintas-batas untuk bisnis penting dan tujuan resmi antara kedua negara," ujar dua Menlu dalam pernyataan bersama, seperti dilansir New Straits Times, Selasa (14/7/2020).

Wisatawan yang memenuhi syarat harus mematuhi protokol kesehatan yang disepakati kedua negara, termasuk menjalani tes swab polymerase chain reaction (PCR).

Untuk skema PCA, mereka menyebut memungkinkan warga Singapura dan Malaysia memegang izin imigrasi jangka panjang untuk bisnis dan tujuan kerja di negara lain.

Baca: KBRI Kuala Lumpur Belum Miliki Informasi Keberadaan Djoko Tjandra di Malaysia

"Setelah setidaknya tiga bulan berturut-turut di negara mereka bekerja, mereka dapat kembali ke negara asal untuk cuti jangka pendek, dan sesudahnya, kembali memasuki negara kerja untuk terus bekerja selama setidaknya tiga bulan berturut-turut," jelas mereka.

"Para pelancong ini juga harus mematuhi tindakan pencegahan dan kesehatan masyarakat yang berlaku di Covid-19 yang disepakati oleh kedua negara," kata mereka.

Dua Menteri tersebut mengatakan para pejabat dari kedua negara sedang bekerja dengan cepat untuk menyiapkan semua keperluan menjelang tanggal 10 Agustus 2020.

Baca: TKW di Malaysia Alami Kelumpuhan Akibat Kecelakaan, Stroke 8 Bulan, Kini Telah Meninggal Dunia

"Ini akan memberikan kesempatan bagi instansi terkait dari kedua pemerintah untuk melanjutkan konsultasi mereka untuk menyelesaikan prosedur operasi standar (SOP) dari dua inisiatif," kata mereka.

Hishammuddin dan Balakrishnan mengatakan dalam memfasilitasi kelancaran arus lintas-perbatasan, kedua pemerintah telah sepakat akan mempublikasikan persyaratan, protokol kesehatan, dan proses aplikasi untuk masuk dan keluar ke Malaysia dan Singapura 10 hari sebelum pelaksanaan RGL dan PCA.

"Malaysia dan Singapura juga telah sepakat untuk mengembangkan skema lain yang sesuai untuk pergerakan orang lintas batas, termasuk usulan perjalanan lintas batas harian untuk tujuan kerja bagi wisatawan dari kedua negara, sementara mempertimbangkan protokol kesehatan yang diperlukan dan sumber daya medis yang tersedia di kedua negara untuk menjamin keselamatan warga kedua belah pihak," kata mereka.

"Ini akan memungkinkan kedua belah pihak untuk secara progresif mengembalikan interaksi orang-ke-orang lintas batas dan pertukaran ekonomi," tambah mereka

Pada bulan Juni, dilaporkan 20.000 warga Malaysia yang dikarantina di Singapura dan 250.000 orang yang melakukan perjalanan di antara kedua negara setiap harinya. (New Straits Times)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved