Breaking News:

Virus Corona

Sukarelawan Banjir di Kumamoto Jepang Diprediksi Meningkatkan Risiko Terinfeksi Covid-19

Nishimura memperkirakan akan meningkatnya pergerakan lintas prefektur dalam kebijakan promosi konsumsi pemerintah "Go To Campaign" mulai bulan ini.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Data jumlah terinfeksi Covid-19 di Tokyo, Senin (13/7/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bencana alam banjir yang terjadi di selatan Jepang seperti Kumamoto dan Kyushu memunculkan banyak tenaga sukarelawan (volunteer).

Hal itu kemungkinan akan meningkatkan risiko kasus baru infeksi Covid-19.

"Volunteer yang kemungkinan nantinya berdatangan untuk membantu daerah bencana di Kumamoto misalnya memiliki risiko tinggi penularan Covid-19. Oleh karena itu antisipasi yang ketat perlu dilakukan untuk menahan penyebaran Covid-19 lebih lanjut," papar Dr Intetsu Kobayashi, profesor pengontrolan penyakit menular Universitas Toho Jepang di TBS TV, Selasa (14/7/2020).

Menurutnya, angka penularan sangat tinggi pengaruhnya pada saat pandemi Covid-19 ini.

Banjir di Kumamoto
Banjir di Kumamoto (NHK)

"Dulu pernah saya sampaikan bahwa kalau masih satu dua atau 10-an angka terinfeksi mungkin masih tenang masyarakat. Tetapi kini sudah naik ke angka 100 lebih yang terinfeksi dan mulailah kembali masyarakat ribut akan pandemi ini. Memang kita harus jauh lebih hati-hati saat ini menanggapi pandemi Covid-19," tambahnya.

"Saya ingin menanggapi dengan rasa krisis karena jumlah orang yang terinfeksi jumlah tertentu, sudah di atas 100 orang. Saya ingin menanggapi tanpa merasa enggan. Tidak ada deklarasi darurat segera," ungkap Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang yang merangkap penanggungjawab penanggulangan Covid-19, Yasutoshi Nishimura, Senin (13/7/2020).

Baca: PM Shinzo Abe Sidak ke Kumamoto Jepang Selatan, Gunakan Anggaran 400 Miliar Yen Bantu Korban Banjir

Baca: Banjir dan Hujan Lebat di Jepang, Sejumlah Bank di Kumamoto, Oita dan Fukuoka Tutup

"Saya mengkonfirmasi dengan seorang ahli hari ini karena ada begitu banyak orang yang terinfeksi, kita harus terus memperkuat langkah-langkah untuk antisipasi Covid-19 khususnya di industri makanan dan minuman yang melibatkan hiburan malam," kata dia.

Selain itu, Menteri Nishimura memperkirakan akan meningkatnya pergerakan lintas prefektur dalam kebijakan promosi konsumsi pemerintah "Go To Campaign" mulai bulan Juli ini.

"Bagi yang sakit harus menahan diri untuk tidak pergi ke luar dan melihat-lihat tempat-tempat wisata," ujarnya.

PM Shinzo Abe inspeksi mendadak ke lokasi banjir Perfektur Kumamoto termasuk ke rumah jompo yang terpapar banjir pekan lalu.
PM Shinzo Abe inspeksi mendadak ke lokasi banjir Perfektur Kumamoto termasuk ke rumah jompo yang terpapar banjir pekan lalu. (Foto Jiji)

Selain itu Nishimura juga menyerukan untuk menghindari prasmanan saat makan.

"Kami mempromosikan penyesuaian seperti menghindari "tiga kepadatan" (banyak orang, berdekatan dan di dalam ruangan tertutup) misalnya seperti di dalam pesawat dan kereta peluru Shinkansen," ujar dia.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved