Breaking News:

Virus Corona

Oposisi Jepang Minta Pemagang Asing Tanggung Sendiri Asuransi Kesehatan

Apabila pemerintah harus ke luarbiaya lagi, hal ini akan percuma saja karena tanggung jawab sepenuhnya pada perusahaan yang mempekerjakannya.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Koichiro Genba, anggota parlemen partai oposisi Partai Demokratik Konstitutional (Rikkentou), Rabu (15/7/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pembahasan serius masih dilakukan antara Jepang dengan Vietnam khususnya bagi para pemagang asing yang akan masuk setelah Jepang membuka pintunya bagi warga asing per 1 Agustus mendatang.

"Menurut kami nanti para pemagang asing kalau tiba di Jepang sebaiknya semua beban dilakukan pihak yang terkait, tak perlu lagi dilakukan pemeriksaan di Jepang saat masuk karena telah membawa surat bebas corona dari negaranya," kata Koichiro Genba, anggota parlemen partai oposisi Partai Demokratik Konstitutional (Rikkentou) dalam rapat parlemen, Rabu (15/7/2020) di Tokyo.

Menurut Koichiro Genba, apabila pemerintah harus ke luar uang dan atau biaya lagi, hal ini akan percuma saja karena tanggung jawab sepenuhnya pada perusahaan yang mempekerjakannya.

Baca: Warga Jepang Mulai Tak Jujur, Sembunyikan Rute Penularan Infeksi Covid-19

Baca: Kampanye Pariwisata Besar-besaran Pemerintah Jepang Dikhawatirkan Berpotensi Menyebarkan Covid-19

"Kan mereka nantinya dicover oleh asuransi. Dari sana kan bisa bayar biaya pengobatan. Premi asuransi hanya seribu dua ribu yen saja sebulan saya rasa tak masalah bagi para pemagang asing," kata dia.

Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang yang sekaligus juga menteri yang bertanggungjawab atas penanggulangan pandemi Covid-19, Yasutoshi Nishimura membenarkan hal tersebut.

"Memang benar itu. Namun mungkin kita perlu memikirkan pula dampaknya kepada masyaakat sekeliling apabila mereka ternyata ada yang terinfeksi akan cepat menjalar ke mana-mana dalam masa pandemi saat ini. Jadi mungkin perlu dipikirkan di bandara pun dilakukan sekali lagi pemeriksaan kepada mereka yang datang ke Jepang," kata Nishimura.

Jumlah orang yang masuk rumah sakit akibat positif Corona di Tokyo, Selasa (14/7/2020) sebanyak  679 orang, 3 kali lipat dibandingkan bulan lalu. Jumlah tempat tidur tersedia untuk pasien di masa datang ada 2.800 bed.
Jumlah orang yang masuk rumah sakit akibat positif Corona di Tokyo, Selasa (14/7/2020) sebanyak 679 orang, 3 kali lipat dibandingkan bulan lalu. Jumlah tempat tidur tersedia untuk pasien di masa datang ada 2.800 bed. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Nishimura lebih melihat kepada tindakan antisipasi atau preventif yang segera dilakukan saat di pintu masuk Jepang.

"Apabila sudah dilakukan pemeriksaan di pintu masuk Jepang dan ternyata negatif, walaupun mereka membawa surat hasil pemeriksaan PCR, tentu akan lebih baik lagi bagi kita semua," ujarnya.

Bulan Agustus mendatang para pemagang Vietnam menjadi yang pertama masuk Jepang.

Sedangkan pebisnis yang bisa masuk lainnya dari negara Thailand, Australia dan Selandia Baru mulai Agustus mendatang 2020.

Baca: 18 Tenaga Medis Pemagang RS di Jepang Terinfeksi Covid-19 Setelah Makan Malam Bersama 40 Orang

Baca: 5 Pemagang Indonesia Senang Bekerja di Kesennuma, Miyagi, Jepang Hingga Berat Badannya Naik 15 Kg

Pemagang Indonesia diperkirakan paling cepat 1 September 2020, namun ada kemungkinan diundur hingga Oktober atau waktu yang lain, disesuaikan dengan keadaan pertambahan infeksi Corona yang ada di Indonesia.

Diskusi informasi kerja di Jepang dapat mengikuti gratis di: www.facebook.com/groups/kerjadijepang

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved