Breaking News:

Virus Corona

Pertumbuhan Ekonomi Jepang Minus 4,7 Persen, Perbankan Siapkan 110 Triliun Yen Antisipasi Covid-19

BOJ memutuskan untuk mempertahankan dan melanjutkan langkah-langkah pelonggaran moneter skala besar saat ini.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Rapat Direksi Bank Sentral Jepang (BOJ), Rabu (15/7/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) menyimpulkan pertumbuhan ekonomi Jepang tahun ini diperkirakan mencapai minus 4,7 persen, tergantung kepada perkembangan pandemi Covid-19 lebih lanjut.

"Pertumbuhan ekonomi Jepang tahun ini mencapai minus 4,7 persen dan semua itu juga tergantung kepada perkembangan pandemi Covid-19," ujar sumber Tribunnews.com usai rapat Direksi BOF, Rabu (15/7/2020).

BOJ memutuskan untuk mempertahankan dan melanjutkan langkah-langkah pelonggaran moneter skala besar saat ini dan langkah-langkah dukungan pendanaan untuk perusahaan yang terkena dampak virus corona.

Juga memperhatikan gerakan untuk membatasi kegiatan ekonomi karena perluasan kembali infeksi, dan menekankan sikapnya untuk mengambil pelonggaran moneter tambahan jika perlu.

Baca: Warga Jepang Mulai Tak Jujur, Sembunyikan Rute Penularan Infeksi Covid-19

Baca: Oposisi Jepang Minta Pemagang Asing Tanggung Sendiri Asuransi Kesehatan

Selain itu BOJ akan membeli JGB (obligasi pemerintah Jepang) tanpa batas, memasok banyak dana ke pasar, dan mendukung suku bunga jangka pendek sebagai negatif.

Lembaga keuangan telah memutuskan untuk melanjutkan kerangka kerja saat ini untuk langkah-langkah dukungan pendanaan 110 triliun yen untuk meningkatkan pinjaman kepada perusahaan yang terkena dampak virus corona.

Bank dan bank kredit telah menggunakan lebih dari 20 triliun yen untuk langkah-langkah dukungan arus kas, dan Bank of Japan telah menilai bahwa hal itu telah menyebabkan ekspansi pinjaman sampai batas tertentu.

Grafik peningkatan jumlah terinfeksi virus corona di Jepang (grafik balok) dan jumlah konsultasi masyarakat mengenai Covid-19 (grafik garis biru).
Grafik peningkatan jumlah terinfeksi virus corona di Jepang (grafik balok) dan jumlah konsultasi masyarakat mengenai Covid-19 (grafik garis biru). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Namun, dalam prospek masa depan untuk ekonomi dan harga, yang juga diumumkan hari ini, Bank of Japan telah menetapkan pandangan median untuk tingkat pertumbuhan ekonomi untuk tahun fiskal saat ini menjadi negatif 4,7 persen, mengingat dampak dari virus corona.

Bank of Japan secara ketat memantau situasi domestik dan internasional dan menekankan kesediaannya untuk mengambil langkah-langkah pelonggaran moneter tambahan jika perlu.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved