Breaking News:

Tekanan Internasional Dinilai Belum Tentu Urungkan Niat Israel Aneksasi Wilayah Palestina

Oleh karena itu, Menlu meminta persatuan diantara komunitas internasional harus terus perkuat untuk terus mendukung Palestina

Tribunnews.com/ Larasati Dyah Utami
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Israel tidak jadi melaksanakan rencana aneksasi yang dilakukan secara formal, setelah mengumumkan ke dunia internasional bahwa akan melakukan aneksasi di awal Juli lalu.

Salah satunya karena adanya tekanan dari komunitas internasional.

Baca: Tidak Hanya Dukungan Politik, Ini yang Sudah Dilakukan Indonesia Untuk Bela Palestina

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi mengatakan walaupun aneksasi formal tidak jadi dilakukan oleh Israel, namun belum berarti rencana itu hilang.

“Saya yakin penundaan ini terjadi karena adanya pressure internasional terhadap Israel,” ujar Menlu dalam webinar yang diselenggarakan MUI, Kamis (16/7/2020).

Oleh karena itu, Menlu meminta persatuan diantara komunitas internasional harus terus perkuat untuk terus mendukung Palestina.

“Dunia harus bersatu untuk mewujudkan konsep two state solution,” ujarnya

Proposal perdamaian Amerika yang disebut ‘deal of century’ dan rencana formal annexation occupying power oleh Israel telah menghadirkan tantangan yang sangat besar bagi Palestina.

Di saat yang sama seperti juga negara lain, Palestina juga harus menghadapi pandemi covid 19.

Rencana Israel telah mengancam eksistensi Palestina sebagai bangsa.

Halaman
12
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved