Breaking News:

Virus Corona

Gubernur Kanagawa Jepang Aktifkan Red Alert Jika Kasus Baru Terinfeksi Covid-19 Hari Ini 40 Orang

Saat peringatan diaktifkan, masyarakat Kanagawa termasuk Yokohama, akan diminta untuk tidak keluar dari perfektur tersebut.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Yuji Kuroiwa Gubernur Kanagawa, tetangga Tokyo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gubernur Kanagawa, Yuji Kuroiwa akan mengeluarkan 'peringatan waspada Kanagawa' (red alert) jika jumlah warga yang terinfeksi Covid-19 mencapai 40 orang.

"Kemarin terinfeksi sudah mencapai 48 orang. Kalau hari Jumat ini mencapai 40 kita akan munculkan Red Alert," papar Gubernur Kanagawa, Yuji Kuroiwa, Jumat (17/7/2020).

Saat peringatan diaktifkan, masyarakat Kanagawa termasuk Yokohama, akan diminta untuk tidak keluar dari perfektur tersebut.

"Ketika lebih dari 40 pasien positif, kami aktifkan, merupakan peringatan waspada Kanagawa dan warga kami minta jangan ke luar perfektur ini, sering di rumah saja," kata Yuji Kuroiwa.

Baca: North Safari Sapporo, Kebun Binatang Paling Berbahaya di Jepang

Baca: Warga Tokyo Diimbau Tidak ke Luar Wilayah Saat Kampanye Pariwisata Jepang 22 Juli Dimulai

Di Perfektur Kanagawa, kemarin dikonfirmasi 48 orang telah terinfeksi, melebihi 40 orang selama 2 hari berturut-turut, dan jumlah orang yang terinfeksi cenderung meningkat terus.

Selain meminta penduduk perfektur untuk tetap di rumah, sistem layanan medis juga akan diperluas lagi.

Sementara Gubernur Tokyo mengakui ada komunikasi dengan menteri pencegahan Covid-19 Nishimura tetapi sama sekali tak ada penjelasan mengapa hanya Tokyo saja yang dikecualikan diminta tidak ke luar wilayahnya.

"Saya tidak pernah mendapatkan penjelasan dari pusat mengapa Tokyo saja tidak boleh ke luar dari perfekturnya," kata Gubernur Koike siang ini yang akan melakukan rapat sekitar jam 18:00 waktu Jepang dengan Menteri Nishimura.

Pejabat pemerintah lain sumber Tribunnews.com mengungkapkan, "Tidak perlu dijelaskan Koike mestinya tahu sendiri, kan jumlah terinfeksinya besar sekali dan meningkat terus. Itu bahasa. Begitu saja dia mesti ngerti sendiri, tak perlu dijelaskan lagi, seperti anak-anak saja," kata pejabat tersebut.

Sementara itu buku Rahasia Ninja di Jepang akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia Agustus mendatang beserta diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun.

Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved