Breaking News:

Dubes RI di Jerman Resmikan Pembukaan Rumah Hutan Tropis di Kebun Binatang Berlin

Dubes Oegroseno mengatakan, dua tahun silam Indonesia juga ikut meresmikan pemberian nama empat bayi harimau Sumatera.

Dok. Kedubes Berlin
Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno bersama Direktur Tierpark Berlin meresmikan pembukaan Rumah Hutan Tropis di kebun binatang terbesar di Eropa, Tierpa dirk Berlin, Kamis (16/7/2020). 

Khusus di bidang pelestarian satwa, Indonesia dan Tierpark sudah menjalin kerja sama pertukaran dan pembiakan satwa sejak tahun 1972.

“Kita juga ingin masyarakat tahu, kedekatan Indonesia dan Jerman khususnya di bidang budaya sudah sangat lama. Salah satunya, pelukis Indonesia Raden Saleh yang menetap di Maxen Jerman sekitar tahun 1839-1845. Hasil karyanya dikagumi oleh banyak pencinta seni di Jerman,” tambahnya.

Tahun 2013, Kementerian Kehutanan RI meminjamkan sepasang harimau Sumatra.

Pada 4 Agustus 2018, empat bayi harimau lahir di Tierpark Berlin yang kemudian diberi nama Kiara, Oscar, Willi dan Seri.

Baru-baru ini, Tierpark menyepakati MoU dengan Taman Safari, Cisarua, dan Batu Secret Zoo, Malang.

Direncanakan pada Desember 2020, Taman Safari Cisarua akan mengirimkan spesies golden cat. Sementara kebun binatang Batu Secret akan mengirimkan spesies beruang kaskus di tahun 2021

Hal itu menambah koleksi satwa Indonesia di Alfred Brehm Haus. Saat ini sekitar 75% satwa di rumah hutan tropis ini berasal dari Indonesia. Tidak hanya satwa, sejumlah tanaman Indonesia juga terlihat di sana salah satunya bambu.

"Ada sekitar 66 jenis bambu di Tierpark Berlin. Sebagian besarnya berasal dari Indonesia," ujar Dubes.

Nuansa Indonesia terasa kental di rumah hutan tropis Alfred Brehm karena dilengkapi dengan sejumlah hasil karya seni Indonesia.

KBRI Berlin juga memberikan sejumlah patung dan atap rumah khas Indonesia yang menjadi bagian dari interior Alfred Brehm Haus.

“Tanaman dan satwanya mayoritas dari Indonesia. Hiasan interiornya Indonesia dan iklimnya juga sudah direkayasa sesuai dengan iklim Indonesia," ujar Dubes.

"Kita berharap para pengunjung nantinya memang merasakan keindahan dan kekayaan alam Indonesia, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk berkunjung ke Indonesia," lanjutnya.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved