Breaking News:

200 Buah Melon Unggulan yang Dibudidayakan Petani di Assabu-cho Hokkaido Jepang Hilang Dicuri

Menurut polisi, sekitar 800 buah melon dibudidayakan di kebun pertanian itu dan melon yang matang sebenarnya akan dipanen, namun ternyata hilang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Melon yang dicuri di Assabu-cho, Hokkaido Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sekitar 200 buah melon unggulan yang dibudidayakan petani di Assabu-cho, Hiyama, Hokkaido hilang dicuri, Senin (27/7/2020). Polisi sedang melakukan pengusutan hingga Selasa (28/7/2020) hari ini.

"Sekitar pukul 8 pagi kemarin seorang petani pria dari Assabu-cho kaget melihat melon di kebunnya banyak yang hilang karena dicuri dan ditemukan bekas potongan kasar pada bagian batang melon yang dicuri tersebut," ungkap seorang polisi kepada Tribunnews.com, Selasa (28/7/2020).

Petani itu langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi setempat.

Menurut polisi, sekitar 800 buah melon dibudidayakan di kebun pertanian itu dan melon yang matang sebenarnya akan dipanen, namun ternyata telah hilang dicuri.

Melon yang dicuri di Assabu-cho, Hokkaido Jepang.
Melon yang dicuri di Assabu-cho, Hokkaido Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Jumlah kerugian diperkirakan sedikitnya bernilai 200.000 yen.

"Melon matang yang dicuri itu padahal mau saya panen. Sata kecewa sekali melon-melon itu telah dicuri orang lain. Saya minta maaf kepada pelanggan yang telah menunggu untuk menikmati melon tersebut. Kalau bisa segera mungkin akan kami kirimkan nanti melon berikutnya yang akan dipanen dalam waktu dekat," kata istri dari petani pemilik lahan pertanian melon.

Baca: Sempat Garap Animasi Film The Hobbit: An Unexpected Journey, Rini Sugianto Ingin Explore Jepang

Seorang petani terakhir kali memeriksa melon itu pada pagi hari 26 Juli lalu. Aksi pencurian diperakirakan terjadi antara 26 Juli siang sampai dengan 27 Juli dini hari.

Pengusulan pihak kepolisian masih terus dilakukan hingga kini.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved