Breaking News:

Jepang Terganggu Keberadaan Kapal Laut dan Pesawat China di Sekitar Kepulauan Senkaku

Lebih dari dua kali sehari pilot pesawat tempur Jepang mendengar bunyi sirine dan suara pesawat melesat ke arah jet mereka.

Foto Kyodo
Pulau Uotsuri, Pulau Minamikojima dan Pulau Kitakojima yang biasa disebut dengan kepulauan Senkaku atau Diaoyu disebut China. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ketegangan di sekitar kawasan Senkaku Okinawa Jepang diungkap Menlu Jepang Toshimitsu Motegi dalam pembicaraan per telepon dengan Menlu China Wang Yi, Rabu (29/7/2020).

"Kami sangat prihatin dengan berbagai pelanggaran yang terjadi di sekitar Kepulauan Senkaku akhir-akhir ini," ungkap Menlu Motegi, Rabu (29/7/2020).

Lebih dari 100 hari berturut-turut Jepang merasa terganggu setiap harinya dengan masuknya kapal laut dan kapal udara (pesawat) China secara ilegal ke sekitar Kepulauan Senkaku, Okinawa.

Pilot pesawat tempur Jepang Letnan Kolonel Takamichi Shirota juga mengatakan wilayah udara mereka berada di bawah tekanan yang semakin meningkat dari China.

Lebih dari dua kali sehari pilot pesawat tempur Jepang mendengar bunyi sirine dan suara pesawat melesat ke arah jet mereka.

Kapal penjaga pantai China memasuki perairan Jepang dekat kepulauan Senkaku Okinawa.
Kapal penjaga pantai China memasuki perairan Jepang dekat kepulauan Senkaku Okinawa. (NHK)

Sebanyak 947 ancaman udara dialami Jepang dalam setahun terakhir.

Sebagian dari jumlah itu, pelakunya adalah pesawat tempur dari Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF).

Shirota mengatakan jumlah potensi serangan terus meningkat terutama di zona barat daya.

Ancaman juga merambah ke Okinawa yang merupakan rumah bagi Pangkalan Udara Kadena Angkatan Udara AS dan merupakan instalasi utama untuk penerbangan di atas perairan Laut China Selatan.

Komandan Schneider dari Angkatan Darat AS di Jepang juga telah mengumumkan niatnya untuk membantu Jepang jika terjadi situasi di China dan Kepulauan Senkaku.

Baca: Tentara AS Terinfeksi di Okinawa Jepang Jadi 229 Orang Setelah Pesta Kemerdekaan 4 Juli

Menurut laporan media Jepang, Komandan Schneider mengatakan dalam konferensi pers melalui internet pada tanggal 29 Juli kemarin bahwa China "akan melanjutkan perilaku agresif dan jahat di Laut China Timur dan Selatan."

Dia mengkritik China karena berusaha memperkuat dominasinya di dua bidang.

China terus mengatakan bahwa kapal-kapal dari pihak berwenang China telah mendekati Kepulauan Senkaku selama lebih dari 100 hari dalam beberapa tahun terakhir, dengan mengatakan bahwa China telah "menginvasi perairan teritorial Jepang pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Senkaku Island
Senkaku Island (IST)

Dia juga mengatakan bahwa ekspansi pengaruh China di Laut China Timur dan Selatan adalah "Kisah China versus dunia, bukan China versus Amerika Serikat. Kita harus berurusan dengan tindakan ekstrem Tiongkok melalui kerja sama multilateral," kata Komandan Schneider.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved