Breaking News:

Barack Obama Sindir Donald Trump, Sebut Tindakan Presiden Bahayakan Demokrasi AS

Presiden AS ke 44, Barack Obama lagi-lagi menyindir Presiden Donald Trump terkait pemerintahannya.

Instagram @barackobama
Barack Obama di Manchester dalam fotonya yang diunggah 2012 lalu - Barack Obama memberikan pesan pada pemuda kulit hitam dalam pidatonya setelah kematian George Floyd. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS ke 44, Barack Obama berikan sindiran kepada Presiden Donald Trump terkait pemerintahannya.

Dalam pidatonya pada Kamis (30/7/2020) di acara pemakaman Mantan Anggota Kongres AS John Lewis, Obama memperingatkan bahwa Trump bisa mengancam demokrasi dan keadilan rasial di Amerika Serikat.

Dikutip dari CNN, pidato Obama kali ini dinilai paling mengintervensi publik dalam kampanye 2020. 

Lantaran kecamannya kepada Trump, yang beberapa kali menghapus jejak prestasi hubungan internasional yang dibangun Obama dulu.

Pidato di gereja itu memperlihatkan emosi mantan presiden yang eksplisit dan berapi-api terkait putaran Presiden AS 2020.

Baca: Donald Trump Tiba-tiba Usul Tunda Pilpres AS

Baca: Presiden AS Donald Trump Desak Pilpres November Ditunda

Barack Obama di Manchester dalam fotonya yang diunggah 2012 lalu - Barack Obama memberikan pesan pada pemuda kulit hitam dalam pidatonya setelah kematian George Floyd.
Barack Obama di Manchester dalam fotonya yang diunggah 2012 lalu - Barack Obama memberikan pesan pada pemuda kulit hitam dalam pidatonya setelah kematian George Floyd. (Instagram @barackobama)

Pemakaman Lewis, tokoh penting dalam meloloskan Undang-Undang Hak Pilih 1965, bersamaan dengan keputusan Trump menunda Pemilu 2020 pada 3 November.

"Kita tidak lagi harus menebak jumlah biji jeli dalam toples untuk memberikan suara," kata Obama merujuk cara komunitas kulit hitam didiskualifikasi saat penghitungan kotak suara.

"Tetapi bahkan ketika kita duduk di sini, ada orang-orang yang berkuasa melakukan upaya terkutuk mereka untuk mencegah orang memilih dengan menutup lokasi pemungutan suara dan menargetkan minoritas dengan undang-undang ID yang ketat dan menyerang hak suara kita dengan operasi yang presisi," tambahnya.

Obama merujuk pada langkah pemungutan suara melalui layanan pos, yang menurutnya akan melemahkan pemilihan.

Mantan presiden ini sempat bercerita mengenai sosok John Lewis dari orang biasa, menjadi pemimpin hak-hak kesetaraan bagi komunitas kulit hitam di AS.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved