Breaking News:

Harga Saham di Jepang Melemah 619 Poin, Bank Sentral Mulai Bergerak

Nilai dolar AS yang kemarin diperdagangkan sekitar 105,5 yen, saat ini sudah menguat menjadi 104 yen dan diperkirakan besok akan turun lagi.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Bank Sentral Jepang (BOJ) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Nilai mata uang yen terhadap dolar AS kini semakin menguat sehingga transaksi saham berjatuhan. Indeks Nikkei turun 619.75 hari ini, Jumat (31/7/2020).

"Menyusul penyebaran infeksi virus corona baru, yen menguat di pasar keuangan dan harga saham turun tajam, sehingga Kementerian Keuangan, Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ), dan Badan Layanan Keuangan (FSA) memutuskan untuk mengadakan pertemuan mulai pukul 4 sore waktu Jepang," papar sumber Tribunnews.com, Jumat (31/7/2020).

Diharapkan mereka akan bertukar pendapat tentang latar belakang pergerakan pasar keuangan yang tidak stabil dan mendiskusikan tindakan di masa depan.

Baca: Keidanren Jepang Ajak Pengusaha Asing Ikut Program Challenge Zero

Nilai dolar AS yang kemarin diperdagangkan sekitar 105,5 yen, saat ini sudah menguat menjadi 104 yen dan diperkirakan besok akan turun lagi menjadi 103 yen.

Yendaka (nilai yen meningkat terhadap dolar AS) pertama sejak 4 bulan lalu.

"AS mengumumkan 30 Juli bahwa tingkat pertumbuhan PDB dari April hingga Juni adalah tingkat terburuk sejak kami mulai mengumpulkan statistik, dan gerakan untuk menjual dolar dan membeli yen semakin meningkat," kata seorang pejabat pasar.

Ilustrasi mata uang yen Jepang.
Ilustrasi mata uang yen Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Selain itu, Presiden Trump menyebutkan penundaan pemilihan presiden di Twitter telah meningkatkan ketidakpastian tentang masa depan, yang mengarah ke penjualan dolar.

Ada langkah untuk mengamankannya, tetapi tren apresiasi yen terhadap dolar tetap tidak berubah.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved