Breaking News:

Pertama Kali di Dunia! Australia Paksa Google dan Facebook Bayar Royalti untuk Setiap Konten Berita

Langkah Australia ini terjadi sehari setelah Google dan Facebook mendapat tekanan dugaan penyalahgunaan kekuatan pasar dari anggota parlemen AS.

pixabay.com
Ilustrasi Google Chrome 

TRIBUNNEWS.COM - Australia akhirnya berhasil meminta raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) Facebook Inc dan Alphabet Inch Google untuk membayar media Australia untuk setiap konten berita.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai perlindungan konten jurnalisme independen.

Australia akan menjadi negara pertama di dunia yang meminta Facebook dan Google membayar konten berita yang disediakan perusahaan media dalam bentuk royalti.

Beleid itu akan menjadi regulasi pada tahun ini, ujar Bendahara, Josh Frydenberg.

"Ini tentang upaya adil untuk bisnis media berita Australia. Ini tentang memastikan bahwa kami telah meningkatkan persaingan, meningkatkan perlindungan konsumen, dan lanskap media yang berkelanjutan," kata Frydenberg kepada wartawan di Melbourne seperti dilansir Reuters, Jumat (31/7/2020).

Ia mengatakan, pada masa depan lanskap media Australia dipertaruhkan bila regulasi ini tidak diundangkan.

Keputusan ini disebabkan perusahaan raksasa teknologi berupaya menghindari permintaan negara-negara di dunia untuk berbagi cookies iklan yang lebih besar dengan negara tempat mereka mendapatkan iklan.

BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>>>>>>>

Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved