Breaking News:

Pillpres AS 2020

Usul Tunda Pilpres AS 2020, Presiden Trump Disebut Berfantasi dan Berperilaku Fasis

Trump meningkatkan kekhawatiran banyak orang sesudah ia menyarankan pemilihan ditunda sampai orang-orang dapat memilih dengan benar, aman dan aman.

JIM WATSON / AFP
Presiden AS Donald Trump duduk dengan tangan bersilang saat diskusi meja bundar tentang Pembukaan Kembali Sekolah-Sekolah Amerika yang Aman selama pandemi, di Ruang Timur Gedung Putih pada 7 Juli 2020, di Washington, DC. 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Desakan Presiden AS Donald Trump agar Pilpres 3 November 2020 ditunda, mengundang reaksi negatif berbagai elite politik AS.

Sekutu utama Trump di Kongres, Lindsey Graham (Republik), menilai gagasan itu tidak relevan. Trump tidak memiliki kewenangan menunda atau mengusulkan penundaan.

Kritikan lebih tajam disampaikan Steven Calabresi, tokoh konservatif pendiri Masyarakat Federalis dan profesor di Northwestern University.

Dalam artikelnya di New York Times, Jumat (31/7/2020), ia menyebut Trump memiliki gejala fasis. Cuitan terakhirnya yang meminta Pilpres ditunda, membuktikan ia sejak awal ingin mendelegitimasi proses politik yang diatur konstitusi.

Calabresi terhitung tokoh senior kelompok konservatif di Partai Republik. Di mata Profesor Justin Levitt, guru besar Loyola Marymount University, pernyataan Trump itu juga seperti fantasi.

“Ini contoh lain langkah Presiden yang mendelegitimasi proses pemilihan sebelum terjadi. Ini akan membuat ketidakpercayaan mendalam,” kata Levitt.

Ari Fleischer, sekretaris pers masa Presiden George HW Bush, menyarankan Trump menghapus cuitan di akun Twitternya.

“Demokrasi kita didasarkan pada pemilihan, yang semua orang sudah tahu aturan dan mereka menerapkannya secara  baik,” kata Fleischer.

“Pak Presiden, tolong jangan membuat segalanya berantakan. Ini ide yang sangat menggangu,” imbuhnya.  

Baca: Presiden AS Donald Trump Desak Pilpres November Ditunda

Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan, mayoritas pemilih menginginkan tidak ada penundaan pemilihan atas dasar alasan apapun.

Halaman
12
Editor: Setya Krisna Sumarga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved