Breaking News:

Virus Corona

Terjadi Lonjakan Kasus Hingga Dua Kali Lipat, Negara Ini Kewalahan Hadapi Virus Corona

Sistem kesehatan Afrika tengah mengalami kerapuhan setelah tekanan dari virus corona meningkat.

DW News
Afrika Selatan 

"Sehingga penting, pihak berwenang dan semua masyarakat memiliki kapasitas untuk bereaksi dengan cepat dengan pengawasan yang kuat, pengujian, isolasi dan pelacakan kontak," tegasnya, dikutip dari SCMP.

Afrika Selatan, Aljazair, Mesir, Ghana, dan Nigeria telah muncul sebagai hotspot infeksi utama.

Hal ini mencakup tiga perempat dari semua kasus di benua ini.

Afrika Selatan sendiri telah melaporkan lebih dari 482.000 kasus dan lebih dari 7.800 kematian.

Pemerintah setempat mengatakan mereka memperkirakan situasinya akan semakin buruk dalam dua bulan ke depan.

Sebuah foto yang diambil pada 9 Juli 2020 menunjukkan gundukan tanah tempat kuburan digali di pemakaman Honingnestkrans, di Pretoria, untuk para korban COVID-19 (coronavirus novel). Pemakaman Honingnestkrans adalah salah satu situs pemakaman di Provinsi Gauteng, Afrika Selatan yang dipersiapkan untuk penguburan kematian COVID-19.
Sebuah foto yang diambil pada 9 Juli 2020 menunjukkan gundukan tanah tempat kuburan digali di pemakaman Honingnestkrans, di Pretoria, untuk para korban COVID-19 (coronavirus novel). Pemakaman Honingnestkrans adalah salah satu situs pemakaman di Provinsi Gauteng, Afrika Selatan yang dipersiapkan untuk penguburan kematian COVID-19. (WIKUS DE WET / AFP)

Baca: Upaya Afrika Selatan Atasi Covid-19, Sudah Siapkan 1,5 Juta Kuburan

Tujuh negara di Sub-Sahara Afrika mengalami lonjakan 20 persen dalam dua minggu setelah meringankan tindakan penguncian.

Empat di antaranya, Republik Kongo, Maroko, Kenya, dan Afrika Selatan, akhirnya menerapkan kembali pembatasan parsial.

Di antara orang yang meninggal akibat Covid-19 di Afrika, hampir 14.000 adalah pekerja kesehatan.

Dr Ahmed Al-Mandhari, direktur regional WHO untuk Mediterania timur, mengatakan kekhawatirannya penyebaran virus corona semakin meluas pada Jumat (31/7/2020).

Hafida Marsli, tunawisma imigran di Swiss asal Maroko mendapatkan kesempatan tinggal di Hotel Bel Esperance selama pandemi Covid-19, Kamis (16/4/2020).
Hafida Marsli, tunawisma imigran di Swiss asal Maroko mendapatkan kesempatan tinggal di Hotel Bel Esperance selama pandemi Covid-19, Kamis (16/4/2020). (AFP/FABRICE COFFRINI)

Baca: Afrika Selatan Longgarkan Lockdown dan Bersiap Hidupkan Kembali Ekonomi

Termasuk memasuki daerah yang belum terpengaruh virus.

Hal ini buntut dari dibukanya kembali perbatasan pada hari libur Islam, Idul Adha.

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved