Breaking News:

BREAKING NEWS : Pakai UU Keamanan Terbaru, Hongkong Tangkap Bos Media Jimmy Lay

Jimmy Lai Chee-ying ditangkap menggunakan UU Keamanan terbaru yang kontroversial. Ia dicurigai melanggar hukum di kota khusus China itu.

zoom-inlihat foto BREAKING NEWS : Pakai UU Keamanan Terbaru, Hongkong Tangkap Bos Media Jimmy Lay
AFP
Ribuan orang di Hongkong melakukan aksi demo

TRIBUNNEWS.COM, HONGKONG – Otoritas keamanan Hongkong menangkap Jimmy Lay, pemilik media Apple Daily yang prodemonstran Hongkong, Senin (10/8/2020) pagi waktu setempat.

Jimmy Lai Chee-ying ditangkap menggunakan UU Keamanan terbaru yang kontroversial. Ia dicurigai melanggar hukum di kota khusus China itu.

Sumber mengatakan Lai diciduk dari kediamannya di Kadoorie Avenue, Ho Man Tin, tak lama setelah fajar.

"Dia ditangkap karena bersekongkol dengan negara asing, mengucapkan kata-kata yang menghasut dan konspirasi untuk menipu," kata satu sumber kepada South China Morning Post (SCMP).

Sekitar 10 orang lainnya diperkirakan juga akan ditangkap hari ini, dalam penangkapan ketiga sejak undang-undang baru mulai berlaku pada 30 Juni.

Pada 1 Juli, setidaknya 10 orang ditangkap karena melanggar undang-undang keamanan, bersama dengan 360 orang ditahan karena pelanggaran lainnya, saat ribuan pengunjuk rasa melanjutkan pawai tahunan oposisi 1 Juli, melawan larangan polisi.

Penangkapan Lai terjadi dua minggu setelah unit polisi yang baru mengambil tindakan pertama terhadap aktivis anti-pemerintah, yang tidak terkait langsung dengan protes jalanan.

Pada 29 Juli, empat pelajar, berusia 16 hingga 21 tahun, ditahan karena dicurigai melakukan aksi upaya  pemisahan diri di bawah undang-undang baru.

Pelanggaran tersebut membawa hukuman maksimum seumur hidup di penjara.  Keempatnya anggota Studentlocalism, kelompok pro-demokrasi yang sekarang sudah bubar.

Mereka diduga memiliki hubungan dengan organisasi pro-kemerdekaan yang baru didirikan, Partai Inisiatif Kemerdekaan di Hongkong.

Inggris telah menyerahkan Hongkong, wilayah jajahannya sejak bertahun-tahun lalu ke pemerintah Beijing. Namun Hongkong masih diberi status wilayah khusus.(Tribunnews/SCMP/xna)

Editor: Setya Krisna Sumarga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved