Minggu, 7 Juni 2026

Ahli Ninjutsu Jepang Ini Sangat Ingin Belajar Pencak Silat Indonesia

Ikarashi mengaku sudah lama mengenal seni beladiri tradisional Indonesia, pencak silat.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
Richard Susilo
Tsuyoshi Ikarashi (31) ahli Ninjutsu dengan tingkat ilmu penguasaan level-4 (yondan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Usianya masih 31 tahun, mempelajari Ninjutsu, ilmu dasar Ninja sejak 11 tahun lalu.

Bahkan bersama isterinya yang juga mempelajari ilmu ninjutsu mendampinginya hingga kini.

"Saya sudah level-4 kalau bisa mempelajari lebih dalam lagi sehingga bisa naik tingkat lagi," papar Tsuyoshi Ikarashi khusus kepada Tribunnews.com malam ini (13/8/2020).

Ikarashi mengaku sudah lama mengenal seni bela diri tradisional Indonesia, Pencak Silat.

"Kalau ke Indonesia yang pertama saya mau ke dojo, tempat latihan pencak silat Indonesia, menarik sekali, saya mau belajar kalau boleh," lanjutnya.

Mengapa mau belajar pencak silat?

"Karena hebat masyarakat Indonesia melestarikan budaya lamanya hingga kini dan karakter, gerak, tingkah laku pencak silat itu menarik sekali bagi saya, sesuatu yang lain dengan ninjutsu yang saya pelajari."

Kebetulan Ikarashi juga senang makanan pedas, jadi menurutnya pas sekali kalau bisa pergi ke Indonesia.

"Sampai saat ini saya belum pernah ke Indonesia. Tapi kalau ada kesempatan bisa ke Indonesia, pasti saya mau belajar pencak silat dan menikmati alam Indonesia yang indah serta makanan enak serta pedas Indonesia."

Ikarashi pun pernah berpuasa selama 31 hari di bulan Februari lalu.

"Saya tidak makan, hanya minum air putih, atau air teh saja. Yang lain tidak boleh. Selama 24 jam, dan 31 hari saya sempat berpuasa demikian sebagai latihan seperti ninja di jaman lalu, dan ternyata bisa berhasil."

Akibat puasa 31 hari itu, berat tubuh Ikarashi sempat turun 17 kilogram, beratnya sempat 96 kg menjadi 79 kg dan kini menurutnya naik sedikit menjadi 80 kilogram.

"Saya merasa segar sekali, bahkan penyakit asma saya hilang setelah berpuasa 31 hari tersebut," lanjutnya.

Demikian pula belum lama ini, minggu lalu sepanjang 80 kilometer berjalan kaki di tempat pegunungan Chiba selama kurang lebih tiga hari, tidak menginap di hotel dan tidak tidur di tenda.

"Saya mau merasakan jaman dulu di mana ninja bisa melakukannya, mengapa saat ini tak bisa merasakan hal yang sama. Ternyata saya bisa melakukannya selama tiga hari itu," tambahnya lagi.

Namun di luar dari hal itu semua, Ikarashi kembali menyatakan keinginannya ke Indonesia terutama untuk mengenal pencak silat lebih lanjut.

"Dari sejarah perang dunia kedua juga saya baca ada kegiatan pencak silat yang dilakukan juga oleh para tentara Indonesia dulu yang menarik. Berlanjut hingga kini. Seni beladiri tradisional Indonesia yang memang sangat menarik rupanya."

Namun pandemi Corona saat ini belum tahu kapan bisa ke Indonesia karena semua negara juga diakuinya dalam keprihatinan saat ini, lanjutnya lagi.

Yang pasti Ikarashi apabila suasana sudah normal kembali, pandemi sudah menghilang dia ingin sekali terbang ke Indonesia mengunjungi tempat-tempat pencak silat yang baik di Indonesia.

Sementara itu ada pula Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non-fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, akan terbit akhir Agustus 2020, silakan tanyakan ke: info@ninjaindonesia.com

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved