Breaking News:

Salah Satu Festival Paling Keren di Jepang, Awaodori Ditiadakan, Kerugian Ditaksir 2 Miliar Yen

Kerugian melingkupi para pekerjanya, pembuat fashion gaun, kerajinan tangan, toko-toko yang terkait, transportasi, hotel dan sebagainya.

Editor: Dewi Agustina
Richard Susilo
Tarian Awa (Awa Odori) di dalam Awaodori kaikan, Tokushima, 19 Maret 2017. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Untuk pertama kalinya, salah satu festival paling keren di Tokushima Jepang, Awaodori akhirnya harus ditiadakan tahun 2020 ini karena pandemi Covid-19.

"Karena pembatalan festival tarian Awaodori tersebut kerugian masyarakat Tokushima khususnya mencapai sekitar sedikitnya 2 miliar yen," ungkap Manabu, seorang panitia pelaksana kepada Tribunnews.com, Senin (17/8/2020).

Kerugian melingkupi para pekerjanya, pembuat fashion gaun, kerajinan tangan, toko-toko yang terkait, transportasi, hotel dan sebagainya.

Jumlah pengunjung ke Tokushima yang hadir saat festival tersebut biasanya sekitar 1,3 juta orang.

Festival ini telah berlangsung sekitar 400 tahun lalu di Jepang dan setiap musim panas biasanya dilangsungkan di Tokushima dan sekitarnya.

Penjualan kembang api untuk pribadi di toko-toko di Jepang.
Penjualan kembang api untuk pribadi di toko-toko di Jepang. (NHK)

"Yah apa boleh buat karena kita semua memang sedang melawan pandemi Covid-19 saat ini. Semoga saja tahun depan sudah kembali normal lagi. Kecewa sih tapi apa boleh buat," ungkap Maeda, seorang pengurus festival lainnya kepada Tribunnews.com.

Pembatalan festival dilakukan Rabu (12/8/2020) pekan lalu.

Festival di dalam masa obon (nyekar) kunjungan ke makam keluarga biasa diadakan sekitar 15 Agustus hingga 18 Agustus setiap tahunnya.

Kali ini dengan ditiadakannya festival tersebut, umumnya orang hanya menikmati film-film Awaodori guna mengobati kangennya kepada festival yang keren dengan baju warna warni itu.

Sama seperti berbagai festival yang ditiadakan, pesta kembang api pun ditiadakan sehingga ada yang membuat aplikasi kembang api.

Baca: GDP Jepang Minus 27,8 Persen, Lebih Parah Dibandingkan Saat Krisis Finansial Lehman Shock

Dengan mendeteksi QR-Code pada sebuah lukisan pemandangan, membuka aplikasi, maka seolah-olah melihat (di ponsel pada aplikasi) kemunculan kembang api ke langit di gambar lukisan pemandangan yang ada di Ginza Tokyo akhir-akhir ini.

Upaya pameran dengan aplikasi kembang api tersebut akan berlangsung hingga sekitar 3 September mendatang di Ginza Tokyo.

Sementara itu segera terbit Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non-fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, akan terbit 1 September 2020, silakan tanyakan ke: info@ninjaindonesia.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved