Breaking News:
Deutsche Welle

Maskapai Asia Tawarkan “Flight to Nowhere” Agar Pelancong Merasakan Sensasi Bepergian

Untuk menyiasati sepinya penumpang di tengah pandemi COVID-19, sejumlah maskapai menawarkan tiket “flight to nowhere”. Tiket pesawat…

Qantas Airways Ltd mengumumkan pada Kamis (17/09) bahwa pihaknya akan mengoperasikan penerbangan wisata selama tujuh jam di atas langit Australia.

Rencana penerbangan “flight to nowhere”, yakni terbang dan mendarat di bandara yang sama ini akan dilaksanakan pada bulan depan.

Berdasarkan data Association of Asia Pacific Airlines, pembatasan ketat yang diberlakukan selama beberapa bulan guna mencegah penyebaran virus corona telah menyebabkan penurunan jumlah penerbangan sebanyak 97,5%.

Khusus tujuan wisata kali ini, Qantas akan menggunakan Boeing Co 787, armada yang biasa digunakan untuk penerbangan internasional jarak jauh.

Rute penerbangan “flight to nowhere” ini akan lepas landas dari Sydney dan akan mengitari Uluru, Great Barrier Reef, dan Sydney Harbour sebelum mendarat kembali di Sydney.

Harga tiket yang ditawarkan bervariasi antara A$ 787 hingga A$ 3.787 atau setara dengan Rp 8,5 juta hingga Rp 41,2 juta, tergantung kelas yang dipilih.

“Enam bulan yang lalu, tidak terbayangkan bagi warga Australia tidak dapat naik pesawat dan melakukan perjalanan domestik atau bahkan keluar negeri, karena kebijakan larangan bepergian dan kewajiban karantina,” kata Kepala Eksekutif Alan Joyce.

“Meskipun saat ini kami mungkin tidak dapat membawa Anda ke luar negeri, kami masih dapat memberikan inspirasi untuk perjalanan masa depan ke beberapa tujuan terindah di Australia,” tambahnya melalui sebuah pernyataan.

Bukan tanpa kritik, rencana ini mendapat penolakan dari grup pegiat lingkungan SG Climate Rally. Kelompok ini menyebut penerbangan tersebut akan menyumbang lebih banyak emisi karbon untuk alasan yang tidak esensial.

Qantas menyebut akan membayar sejumlah biaya untuk mengimbangi emisi karbon dari penerbangan wisata Sydney. Namun, kritik tetap mencuat karena biaya tersebut tetap tidak akan mengurangi emisi karbon.

Maskapai Asia lainnya tawarkan perjalanan serupa
Halaman
12
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved