Virus Corona
Presiden Rodrigo Duterte Perpanjang Status Bencana Virus Corona Selama Setahun
Presiden Rodrigo Duterte mengatakan, telah memperpanjang status bencana virus coorna di FIlipina selama setahun.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rodrigo Duterte mengatakan, telah memperpanjang status bencana virus coorna di Filipina selama setahun.
Kebijakan tersebut memungkinkan pemerintah Filipina menarik dana darurat lebih cepat guna memerangi pandemi Covid-19.
Selain itu, dengan pemerintahan Duterte dapat memanfaatkan polisi dan militer untuk menegakkan hukum serta ketertiban agar masyarakat mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Mengutip ABC News, sejak corona menyebar di Filipina, Duterte menempatkan negara tersebut dalam status keadaan bencana pada Maret 2020.
Saat itu, jumlah infeksi yang dikonfirmasi FIlipina mendekati 200 kasus dan selusin kematian.
Filipina sekarang memiliki lebih dari 290.000 kasus yang dikonfirmasi, total infeksi tertinggi di Asia Tenggara dengan lebih dari 5.000 kemarian.
Baca: Papan Selancar yang Hilang di Hawaii Ditemukan di Filipina
Baca: Dituduh Tak Becus Tangani Wabah, Presiden Filipina Geram: Semprot Pestisida untuk Bunuh Semua
Lebih jauh, presiden yang dikenal keras itu mengecam para kritikus dalam pidatonya di televisi pada Senin malam (21/9/2020), karena menuduh pemerintahnya tidak melakukan cukup banyak untuk menahan wabah.
"Apa 'cukup' yang Anda inginkan? Ada rumah sakit, tempat tidur dan rumah duka. Semuanya tersedia," kata Duterte sembari menyebut pemimpin oposisi, Wakil Presiden Leni Robredo.
"Anda tahu Leni, jika Anda mau, jika Anda benar-benar ingin membasmi Covid, mari kita semprot Filipina atau Manila dengan pestisida untuk membunuh semua," ungkap Duterte.
"Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan, adalah memakai masker, masker wajah dan hanya itu, dan menunggu vaksinnya," ucap Duterte.
Untuk dicatat, status bencana akan berlaku hingga September 2021 mendatang.
Dengan status bencana yang lebih lama, pejabat diharapkan bisa mengontol kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng hingga pembatasan karantina seperti jarak sosial.
Duterte juga mengatakan, pemerintahnya memastikan pasokan pekerja medis memadai di tengah wabah virus corona.
Untuk itu, FIlipina diketahui telah menghimbau agar para perawat, dokter dan petugas kesehatan Filipina yang memiliki kontrak kerja di luar negeri dicabut.
Sebagaimana diketahui, Filipina merupakan sumber tenaga kerja global, termasuk tenaga medis.
Baca: Bom Bunuh Diri di Filipina Tewaskan 15 Orang, Pengamanan Presiden Duterte Diperketat
Baca: Presiden Filipina Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia
Masih dikutip dari laman yang sama, berikut ini beberapa perkembangan lain di kawasan Asia-Pasifik terkait penyebaran Covid-19.
- Pejabat kesehatan mengatakan, India harus berhati-hati festival musim gugur mendatang.
Mereka menerangkan, musim gugur merupakan musim festival di berbagai bagian India, mengingat negara tersebut memiliki perayaan dan ritual keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
- Korea Selatan telah menambahkan 61 kasus virus korona, kenaikan harian terendah sejak pertengahan Agustus di tengah tren penurunan infeksi baru.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mengatakan pada hari Selasa bahwa kasus tambahan membuat total negara menjadi 23.106, termasuk 388 kematian.
Baca: Honbap, Makan Sendirian di Restoran yang Lagi Tren di Korea Selatan
Baca: MAMA 2020 Kembali Pulang ke Korea Selatan dan Digelar Desember, BTS Sudah Memastikan Hadir
Korea Selatan telah mengalami peningkatan infeksi baru, sebagian besar di wilayah Seoul yang lebih besar, sejak awal bulan lalu, sebelum beban kasus baru-baru ini mulai melambat di bawah jarak fisik yang ketat aturan.
- Perdana Menteri Korea Selatan dinyatakan negatif virus corona pada hari Selasa setelah seseorang yang bekerja di kantornya terinfeksi.
Kantor Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan dia menjalani tes meskipun dia tidak berhubungan dengan anggota staf sejak Rabu lalu.
Secara resmi, Chung adalah pejabat nomor 2 Korea Selatan dan telah memainkan peran utama dalam upaya yang dipimpin pemerintah untuk menahan virus corona. Kekuasaan eksekutif di Korea Selatan terkonsentrasi pada presiden.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-filipina-9982124.jpg)