Breaking News:

Anwar Ibrahim Serahkan Dokumen Kepada Raja Malaysia untuk Buktikan Dukungan Mayoritas di Parlemen

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim bertemu Raja Malaysia, Raja Al-Sultan Abdullah, Selasa (13/10/2020) pagi.

Mohd RASFAN / AFP
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim berbicara saat konferensi pers di Kuala Lumpur pada 13 Oktober 2020 setelah pertemuan dengan raja Malaysia untuk membuktikan bahwa dia memiliki dukungan untuk mengambil alih kekuasaan dan memenuhi ambisi selama puluhan tahun untuk menjadi perdana menteri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim bertemu Raja Malaysia, Raja Al-Sultan Abdullah, Selasa (13/10/2020) pagi.

Dalam pertemuan itu, dia menyerahkan dokumen yang membuktikan dukungan parlemen yang kuat dan meyakinkan kepadanya untuk membentuk pemerintahan baru dan melengserkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Baca juga: Malaysia Berlakukan Lockdown Lagi di Wilayah Ini hingga 27 Oktober 2020

Anwar mengatakan dia mendapat dukungan lebih dari 120 anggota parlemen di parlemen yang berjumlah 222.

Dia mengungkapkan jumlah itu untuk pertama kalinya sejak pengumumannya bulan lalu.

Anwar mengatakan sekarang terserah Raja Al-Sultan Abdullah untuk memutuskan langkah selanjutnya.

Namun, ia menambahkan Muhyiddin telah kehilangan mayoritas dukungannya dan harus mengundurkan diri.

Baca juga: Malaysia Berlakukan Lockdown Lagi di Wilayah Ini hingga 27 Oktober 2020

"Saya mendesak semua pihak untuk memberikan ruang kepada Raja untuk melaksanakan tanggung jawabnya di bawah konstitusi, dan melalui dokumen dan memanggil para pemimpin partai untuk mengkonfirmasi dan menerima masukan dan pandangan mereka," kata Anwar kepada wartawan.

Raja berperan dalam sebagian besar seremonial tetapi dia dapat menunjuk perdana menteri yang dalam pandangannya cenderung memimpin mayoritas parlemen.

Baca juga: Hanya 18 Unit, BMW R18 Dijual Seharga Rp 530 Jutaan di Malaysia

Raja juga bisa membubarkan parlemen dan melangsungkan pemilihan umum untuk memilih perdana menteri.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved