Breaking News:

Konflik Politik di Malaysia

Raja Malaysia Beri Pesan kepada Rakyat Terutama Politisi di Tengah Konflik Politik Anwar-Muhyiddin

Raja Malaysia memberikan pesan kepada rakyat, terutama politisi untuk merefleksikan diri, terutama saat negara tengah diguncang pandemi

Sinar Harian & Astro Awani & Aerill.com
Anwar Ibrahim, YDPA Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Muhyiddin Yassin 

TRIBUNNEWS.COM - Politik Malaysia kini tengah memanas apalagi saat pemimpin partai oposisi, Anwar Ibrahim berkata, sudah saatnya bagi Muhyiddin Yassin untuk melepaskan jabatannya sebagai perdana menteri.

Hal itu ia ucapkan saat mengaku punya 120 suara mayoritas untuk membentuk pemerintahan baru sekaligus menggulingkan Muhyiddin Yassin.

Untuk itu, Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memberikan pesan kepada rakyat, terutama politisi untuk merefleksikan diri agar negara yang sedang dilanda pandemi Covid-19 tidak terseret dalam drama politik.

Dalam sebuah pernyataan, Datuk Pengelola Bijaya Diraja Istana Negara, Ahmad Fadil Shamsuddin berkata, sang raja menjelaskan, Malaysia tengah dihadapi masalah serius dan masa depan yang sulit akibat virus corona.

Baca juga: Anwar Ibrahim Dilaporkan ke Polisi karena Tak Beberkan Nama Siapa Saja yang Berada di Pihaknya

Baca juga: 10 Poin Penting yang Disampaikan Anwar Ibrahim setelah Bertemu Raja Malaysia Hari Ini

Anwar Ibrahim, YDPA Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Muhyiddin Yassin
Anwar Ibrahim, YDPA Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, Muhyiddin Yassin (Sinar Harian & Astro Awani & Aerill.com)

Raja juga mengulangi pernyataan yang diucapkannya kepada anggota parleman saat Upacara Pembukaan Masa Ketiga Parlemen ke-14 pada Mei lalu.

"Yang Mulia menuntut kedewasaan dalam politik dan pemahaman dan empati dengan keluhan rakyat dan tidak mengabaikan kesejahteraan rakyat."

Ahmad Fadil menambahkan, Sultan mengharapkan para politikus tidak mengakhiri perbedaan pendapat dengan permusuhan, tetapi dengan konsultasi dan proses hukum, demikian lapor Astro Awani.

Menyusul klaim suara mayoritas Anwar Ibrahim, Istana Negara mengeluarkan pernyataan, Anwar hanya menyerahkan jumlah anggota Dewan Rakyat yang diduga mendukungnya tanpa menyerahkan daftar nama untuk memperkuat dugaan.

Yang di-Pertuan Agong menyarankan Anwar untuk mematuhi dan menghormati proses hukum sebagaimana diatur dalam Konstitusi Federal.

Anwar Ibrahim: Ambisi dan Perjalanan Panjangnya untuk Menjadi Pemimpin Malaysia

Dalam foto yang diambil pada 23 September 2020 ini, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim berbicara saat konferensi pers di sebuah hotel di Kuala Lumpur.
Dalam foto yang diambil pada 23 September 2020 ini, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim berbicara saat konferensi pers di sebuah hotel di Kuala Lumpur. (Mohd RASFAN / AFP)
Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved