Breaking News:

AS akan Beri Sanksi Tegas untuk Tiap Penjualan Senjata ke Iran

Mike Pompeo telah mengumumkan penjualan senjata ke Iran akan melanggar resolusi PBB dan mengarah pada pemberian sanksi.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Sputnik News
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo telah mengumumkan penjualan senjata ke Iran akan melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan mengarah pada pemberian sanksi.

"Amerika Serikat siap menggunakan otoritas domestiknya untuk memberikan sanksi kepada individu atau entitas manapun yang secara material berkontribusi pada pasokan, penjualan, atau transfer senjata konvensional ke atau dari Iran," kata Pompeo dalam pernyataannya.

Baca juga: Embargo PBB Berakhir, Iran Sekarang Bebas Beli dan Jual Peralatan Militer

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (19/10/2020), ia memberi ultimatum keras kepada siapapun yang tidak mematuhi aturan AS terkait sanksi terhadap Iran.

"Setiap negara yang mencari perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan mendukung perang melawan terorisme, harus menahan diri dari setiap transaksi senjata dengan Iran," tegas Pompeo.

Pompeo menambahkan bahwa selama 10 tahun terakhir, negara-negara menahan diri untuk tidak menjual senjata ke Iran di bawah berbagai langkah PBB.

"Setiap negara yang sekarang menentang larangan ini, akan dengan sangat jelas memilih untuk memicu konflik dan ketegangan dalam mempromosikan perdamaian dan keamanan," papar Pompeo.

Perlu diketahui, ultimatum ini disampaikan setelah Iran mengumumkan pada awal pekan lalu bahwa semua pembatasan pada transfer senjata, kegiatan terkait dan layanan keuangan ke dan dari Iran telah berakhir di bawah ketentuan resolusi PBB yang mengkonfirmasi JCPOA.

JCPOA atau Kesepakatan Nuklir Iran ini memang telah ditandatangani oleh Iran dengan beberapa negara kekuatan dunia pada 2015 lalu.

Kemudian pada 2018, AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir itu dan mulai memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved