Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Cerita Diaspora Indonesia soal Pilpres AS: ''Jokowi dan Trump Ada Kesamaan''

Vanny Tousignant (54) diaspora Indonesia di Amerika Serikat mantap memilih calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump.

Editor: Sanusi
JIM WATSON dan SAUL LOEB / AFP
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan calon Presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, melakukan debat presiden pertama di Case Western Reserve University dan Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio Selasa (29/9/2020) waktu setempat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vanny Tousignant (54) diaspora Indonesia di Amerika Serikat mantap memilih calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump.

Vanny merupakan seorang fashion producer yang telah hampir 30 tahun menetap di Amerika Serikat. Perempuan kelahiran asal Maluku ini, adalah pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019 lalu.

Baca juga: Siapa Capres AS yang Menguntungkan RI, Dibayangi Isu Perang Dagang dan Konflik Laut China Selatan

Baca juga: Jelang Pemungutan Suara Pilpres AS, Joe Biden Memimpin di Survei

Di AS, Vanny telah mengikuti Pilpres AS 2020. Ia menyatakan secara gamblang memilih Trump pada pesta demokrasi yang berlangsung 3 November 2020. Di mata Vanny, ada kesamaan antara Jokowi dan Trump.

"Keduanya bukan orang politik tetapi mereka berdua adalah pengusaha, plus keduanya juga anti korupsi," ujar Vanny kepada Tribun Network, Minggu (1/11) malam.

Trump dinilai sebagai sosok anti korupsi. Selain itu, Vanny juga setuju dengan prinsip Trump mengatasi persoalan imigrasi di AS.

Terutama soal lapangan pekerjaan yang mengutamakan warga negara AS."Karena kan' memang di setiap negara kita tidak mungkin mempekerjakan orang yang tidak sah status nya menurut hukum setempat.

Indonesia pun demikian, tidak mungkin sebuah instansi akan mempekerjakan seorang tenaga asing kalau status tenaga asing itu ilegal menurut hukum Indonesia," tutur Vanny.

Kebijakan lain, menurut Vanny, yang tepat yakni mendeportasikan orang-orang dengan status tidak sah di AS. Terutama orang-orang yang pernah melawan hukum atau seorang kriminal.

Persoalan ekonomi di AS, bagi Vanny, juga dihadapi oleh seluruh negara yang terdampak pandemi Covid-19. Penanganannya pun dianggap tepat, seperti pemberian tunjangan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19 dan bantuan makanan.

Situasi saat ini jelang election day di AS, kata Vanny, relatif aman. Kalaupun ada ricuh-ricuh yang terjadi di Philadelphia, menurutnya karena ada oknum yang menunggangi.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved