Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Suasana Jelang Pilpres di Philadelphia Aman, Banyak Warga 'Early Vote' Via Email

Philadelphia sebelumnya sempat dilanda kerusuhan karena adanya peristiwa penembakan terhadap seorang warga berkulit hitam.

Jenny, WNI di Philadelphia
Suasana pusat perbelanjaan di North Philadelphia jelang Pilpres AS 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebentar lagi rakyat Amerika Serikat akan menentukan pilihannya dalam pemilihan presiden.

Ada dua kandidat yang akan berkompetisi calon petahana Donald Trump yang diusung partai Republik dan Joe Biden yang diusung partai Demokrat.

Suasana jelang pemilihan presiden AS dikabarkan masih aman. Rakyat AS diketahui akan menggunakan hak pilihnya pada Selasa (3/11/2020) pagi waktu AS atau Selasa sore waktu Indonesia bagian barat.

"Suasana masih aman," ujar Jenny warga Indonesia di Philadelphia kepada Tribun, Selasa (3/11/2020).

Philadelphia sebelumnya sempat dilanda kerusuhan karena adanya peristiwa penembakan terhadap seorang warga berkulit hitam.

Suasana di sana pun menjadi tidak karuan dan banyak pusat-pusat perbelanjaan ditutup.

Baca juga: Sosok Donald Trump Dimata Orang Indonesia yang Tinggal di Amerika: Mirip Ahok

Jenny mengatakan banyak warga AS menggunakan hak pilihnya lebih awal melalui surat elektronik karena masih suasana pandemi Covid 19.

"Di sini banyak yang lewat mail banyak yang early vote," kata Jenny.

Implikasi dari adanya pemilihan presiden via surat ini pemenang pemilu presiden Amerika Serikat (AS) mungkin belum diketahui pada malam hari pemilu seperti biasanya.

Hasil awal mungkin menyesatkan karena setiap negara bagian memiliki peraturan dan tenggat waktu yang berbeda untuk proses penghitungan. Juga, margin bisa bergeser antara Partai Republik dan Demokrat karena suara mana yang akan dihitung pertama.

Negara-negara bagian mungkin mengunggulkan kandidat Demokrat Joe Biden jika surat suara yang masuk, dihitung terlebih dulu. Tetapi jika suara yang langsung diberikan pada hari pemilu yang dihitung pertama, Presiden Donald Trump dapat memimpin proses penghitungan.

Jenny walaupun hanya suaminya yang bisa menggunakan hak pilih namun ia berharap suasana di AS selalu damai siapapun yang akan terpilih nanti.

"Jenny masih Green card pak, suami yang bisa pilih. Minta doa buat Amerika ya, let be peace there," ujar Jenny. (Willy Widianto)

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved