Pilpres Amerika Serikat

Kesal dengan Biden, Trump Klaim Kemenangan di Pennsylvania, Georgia, North Carolina dan Michigan

Donald Trump mengklaim kemenangan di tiga negara bagian dalam pemilu AS, padahal siapa pemenangnya pun belum diumumkan

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Tangkap layar CNN
Donald Trump 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Petahana Donald Trump mengklaim kemenangan di tiga negara bagian dalam pemilu Amerika Serikat (AS), padahal siapa pemenangnya pun belum diumumkan secara resmi.

Selain itu, ia juga menyebut kemenangan yang diperoleh rivalnya, kandidat dari Partai Demokrat sekaligus mantan Wakil Presiden AS Joe Biden di Michigan karena terjadi penyimpangan surat suara.

Baca juga: Trump Mulai Ancam Ajukan Gugatan Hukum, Biden Yakin Menangi Pilpres Amerika Serikat

Baca juga: Trump Minta Penghitungan Suara di Wisconsin Diulang, Senator Demokrat: Biden Tak akan Bisa Digoyang

Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (5/11/2020), Trump telah mengklaim Pennsylvania, Georgia dan North Carolina (NC) dan mengatakan bahwa kampanyenya memiliki keunggulan 'besar' di tiga negara bagian itu.

"Selain itu, kami dengan ini mengklaim negara bagian Michigan, pada kenyataannya, ada sejumlah besar surat suara yang secara diam-diam dibuang, seperti yang telah dilaporkan secara luas," tulis Trump dalam cuitannya di Twitter.

Menanggapi cuitan tersebut, Twitter pun segera memasang label peringatan di postingan Presiden AS yang kembali mencalonkan diri dalam pemilu AS itu.

Sementara cuitan kedua Trump tentang 'sejumlah besar surat suara yang dibuang secara diam-diam' juga ditandai sebagai 'informasi yang mungkin menyesatkan'.

Kantor berita yang dipercaya oleh jejaring sosial ini untuk melakukan pengumuman terkait hasil pemilu belum menyebutkan salah satu negara bagian itu untuk kemenangan salah satu kandidat.

Hanya Michigan yang mengumumkan untuk kemenangan Joe Biden, beberapa saat sebelum pengumuman yang diklaim Trump.

Sementara itu, Pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani menegaskan bahwa mereka tidak diizinkan untuk menghadiri penghitungan di beberapa benteng perkotaan yang menjad basis Demokrat.

Pernyataan tersebut disampaikannya terkait kampanye Trump di Philadelphia.

"Ini karena suara yang diklaim dipimpin Biden di Michigan dan Wisconsin, kami akan memenangkan pemilihan ini, kami benar-benar memenangkannya, ini hanya masalah penghitungan suara secara adil, " kata Giuliani.

Berbicara sebelumnya pada hari Rabu kemarin waktu setempat, Biden mengatakan bahwa Demokrat meyakini kampanye mereka memiliki cukup suara untuk memenangkan 270 suara electoral college untuk mengklaim kursi kepresidenan.

Kendati demikian, ia berhenti mengklaim kemenangan secara langsung.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved