Pilpres Amerika Serikat

Trump Minta Penghitungan Suara di Wisconsin Diulang, Senator Demokrat: Biden Tak akan Bisa Digoyang

Joe Biden unggul sekitar 20 ribu suara dari Trump di Wisconsin--salah satu negara bagian yang menjadi kunci memenangkan Pilpres Amerika Serikat.

Kolase Tribunnews
POPULER Internasional: Trump Minta Proses Hitung Dihentikan | Capres yang Lebih Untungkan Indonesia 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, WISCONSIN - Presiden Donald Trump mengindikasikan pihaknya akan meminta proses penghitungan suara di negara bagian Wisconsin diulang.

Joe Biden unggul sekitar 20 ribu suara dari Trump di Wisconsin--salah satu negara bagian yang menjadi kunci memenangkan Pilpres Amerika Serikat.

Biden memperoleh 1.630.337 suara atau setara 49,5 persen di Wisconsin, sementara Trump memperoleh 1.609.640 suara atau setara 48,8 persen.

Dilansir Tribunnews.com dari wkow.com, Kamis (5/11/2020), manajer kampanye Donald Trump, Bill Stepien membenarkan pihaknya akan meminta proses penghitungan suara di Wisconsin diulang.

"Presiden berada dalam ambang batas untuk meminta penghitungan ulang dan kami akan segera melakukannya," kata Bill Stepien dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu (4/11/2020) waktu Amerika.

Merespons pernyataan manajer kampanye Trump, Senator Demokrat Tammy Baldwin menyebut keunggulan 20 ribu suara atas Trump di Wisconsin membuat Biden berada di posisi aman.

Menurutnya, proses penghitungan suara ulang di Wisconsin tidak akan berdampak apapun.

"Itu (perbedaan 20 ribu suara) adalah keunggulan yang tidak akan bisa digoyahkan saat ini," kata Baldwin.

Baca juga: Trump - Biden Tempur di Negara Bagian Kunci, Persaingan Sengit Terjadi di Georgia

Sejauh ini negara bagian Wisconsin sendiri belum secara resmi mengumumkan hasil pemilu.

Namun demikian, Baldwin optimistis bahwa pasangan Joe Biden - Kamala Harris akan menang di Wisconsin.

Jika demikian, berarti 10 suara elektoral Wisconsin akan masuk ke kubu Partai Demokrat.

"Kami sangat yakin karena ada dua wilayah dari seluruh negara bagian yang melakukan voting, dan jumlah pemilih yang memenuhi syarat dari dua wilayah itu berada di bawah 1.000 orang," kata Baldwin.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved