Breaking News:

Virus Corona

Denmark akan Musnahkan 17 Juta Cerpelai setelah Temukan Mutasi Covid, Akhir Industri Bulu?

Pemusnahkan Cerpelai secara nasional ini berubah jadi protes politik, apalagi sang PM Denmark mengakui ini keputusan tergesa-gesa.

Gambar oleh Alexander Ratov dari Pixabay
Ilustrasi Cerpelai di Alam Bebas - Denmark secara mengejutkan berencana untuk memusnahkan 17 juta Cerpelai, setelah ditemukan mutasi Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Denmark secara mengejutkan berencana untuk memusnahkan 17 juta cerpelai, setelah ditemukan mutasi Covid-19.

Pemusnahkan secara nasional ini berubah menjadi protes politik, apalagi sang Perdana Menteri Denmark mengakui ini merupakan keputusan tergesa-gesa dan tak memiliki dasar hukum.

Setelah temuan mutasi pada cerpelai, pihak berwenang Denmark mengaku khawatir mutasi virus corona berpotensi menghambat efektivitas vaksin di masa depan.

Mengutip BBC, para politisi mengatakan, di pedesaan Denmark, ditemukan kuburan massal tempat pihak terkait memusnahkan cerpelai.

Jutaan cerpelai disembelih sebelum di kuburkan secara massal.

Baca juga: Rahasia Polimarin Sukses Kirimkan Lulusannya ke Jerman dan Denmark

Baca juga: Sebaran Virus Corona Indonesia Kamis (12/11/2020): DKI Jakarta Catat 831 Kasus Baru, Jabar 733

Ilustrasi Cerpelai di Alam Bebas -
Ilustrasi Cerpelai di Alam Bebas - Denmark secara mengejutkan berencana untuk memusnahkan 17 juta Cerpelai, setelah ditemukan mutasi Covid-19. (Gambar oleh Alexander Ratov dari Pixabay)

Mata Pencaharian Peternak

Lebih dalam, polisi dan angkatan bersenjata hingga para petani/peternak dikerahkan untuk memusnahkan hewan mereka yang sehat.

Tugas ini tentu memakan waktu berminggu-minggu.

"Kami memiliki 65.000 cerpelai," kata Martin From.

Martin From merupakan peternak cerpelai yang memiliki lahan peternakan di pedesaan Funen.

Halaman
1234
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved