Breaking News:

52.000 Orang Hadir di Stadion Saksikan Final Rugby di Tengah Pandemi Bikin Iri dan Marah Warga Dunia

Warga dunia, termasuk warga Australia, iri dan marah atas pemandangan stadion yang dipenuhi 52.000 penonton di tengah aturan protokol kesehatan

AAPImages via Daily Mail
Sebanyak 52.000 penonton memadati stadion di Queensland untuk menonton partai final liga rugby State of Origin. Warga dunia, termasuk warga Australia, iri dan marah atas pemandangan ini karena terjadi di tengah aturan protokol kesehatan pandemi corona secara global. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Warga dunia, termasuk warga Australia sendiri, iri dan marah atas pemandangan sebuah stadion yang dipenuhi 52.000 penonton di tengah aturan protokol kesehatan pandemi corona.

Australia membuat iri dunia setelah menjadi tuan rumah kerumunan terbesar di acara olahraga sejak pandemi virus Corona dimulai.

Ribuan orang di seluruh dunia yang mengikuti keputusan State of Origin (liga rugby di Australia) tercengang melihat lebih dari 52.000 penggemar yang bersemangat memadati Stadion Suncorp Brisbane tanpa jarak sosial dan sangat sedikit masker wajah.

Pemirsa internasional yang menonton di negara-negara dengan ratusan ribu infeksi aktif kagum pada tontonan itu karena hampir semua olahraga utama di seluruh dunia sekarang dimainkan secara tertutup atau dengan kerumunan yang sangat terbatas.

Tetapi Australia telah memerangi pandemi dengan sangat sukses sehingga telah melonggarkan pembatasan sedemikian rupa sehingga banyak agenda olahraga bisa dilaksanakan, dikutip Daily Mail, Rabu (18/11/2020).

Baca: Eks Menteri Perikanan Srilanka Makan Ikan Mentah saat Konferensi Pers: Klaim Bisa Cegah Virus Corona

rugby 001
Australia membuat iri dunia setelah menjadi tuan rumah acara olahraga terbesar sejak pandemi virus Corona dimulai.

Banyak penonton luar negeri memuji Australia dan Negara Bagian Sunshine atas kebijakan pandemi yang memungkinkan acara tersebut.

Tetapi beberapa penduduk setempat sangat marah dan mempertanyakan mengapa ribuan orang diizinkan berkumpul, tetapi mereka dilarang menghadiri pemakaman dan pernikahan.

BACA SELENGKAPNYA --->

Editor: haerahr
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved